Polsek Lirung Serahkan Alat Bukti Kepada Tersangka, Pelapor Minta Kapolres Talaud Dalami Kembali Kasus Ini

Spread the love
  • 39
    Shares
Foto ilustrasi Toyota Avanza Veloz

Mayored: “Kenapa Pelapor Malah Ditolak Lakukan Ijin Pinjam Pakai”

TALAUD, IdentitasPrime – Penyitaan barang bukti oleh pihak Polsek Lirung terkait masalah laporan penggelapan sebuah mobil dan pembobolan uang milik dari Keluarga Lalupa-Mansiarang, oleh wanita Martina Dareda warga Desa Moronge Selatan Dua, Kecamatan Moronge Kabulaten Kepulauan Talaud yang terkatung-katung, kini terangkat lagi ke permukaan.
Pasalnya, kasus heboh yang pernah menyerert Camat Tampanama karena terlibat skandal asal-usul perkawinan antara Samson Lalupa dan Martina Dareda yang sama-sama mssih berstatus punya pasangan, banyak menemui kegajilan.

Sesuai laporan dari Jackly Lalupa putera dari Samson Lalupa warga Kelurahan Tikala Kumaraka Lingkungan II Kecamatan Wenang Kota Manado tertanggal 3 November 2017, dengan Nomor: TBL/121/XI/2017/Sek-Lrg.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/121/XI/2017/Sek-Lrg tanggal 03 November 2017, dijelaskan bahwa Korban melaporkan wanita Martina Dareda atas dugaan kasus Penggelapan.
“Waktu itu polisi menjemput barang bukti yang ada berupa:
– Satu unit Mobil Toyota Avanza Veloz warna Merah DL 1101 BA,
– Satu unit Suzuki Smash warna merah-hitam nomor rangka: MH 8BE4DFA9J723720
– Satu set kursi sofa motif macan warna cokelat
– Satu Set ukiran Jepara warna cokelat
– Satu unit lemari es 1 pintu merk LG warna biru
– Satu unit.mesin cuci merk.Polytron warna putih
– Lima buah kursi plastik merk Napoly warna hijau, serta beberapa kursi dan spring-bed.
Semua barang-barang itu diamankan ke Mapoksek Lirung setelah polisi menerima laporan korban, sebagai barang bukti dan alat bukti untuk persidangan nanti,” tutur Saksi lelaki Mayored J Tatuu (39), warga Desa Moronge Selatan I Kecamatan Moronge.

Semua barang milik Keluarga Lalupa-Mansiarang itu bisa berada ditangan terlapor Martina Dareda, berawal dari hubungan gelap antara Samson Lalupa dan Martina Dareda, padahal Samson Lalupa masih berstatus suami dari Alfrida Mansiarang dengan dua orang putera, yaitu Mikhael Yoseph Lalupa dan Jackly Lalupa (sebenarnya 3 orang, namun satu sudah meninggal).
“Itulah sebabnya kami laporkan perempuan itu dengan laporan penggelapan, mengingat semua barang yang diambilnya itu, merupakan barang milik keluarga kami,” jelas Mayored Tatuu Selasa (5/3) kepads media ini.

Oleh pihak Polsek Lirung, kasus tersebut ditindak lanjuti dengan menetapkan wanita Martina Dareda sebagai Tersangka Pelaku Penggelapan.
Terkait masalah gono-gini (harta benda), setahu pihak pelapor, Polsek Lirung telah melimpahkan kasus itu ke Kejaksaan Negeri Melonguane.
“Anehnya, ketika kami konfirmasi ke Kejaksaan, kasus itu katanya sudah di P-21 oleh Polsek Lirung, sehingga kasus ini kandas di Polsek Lirung,” tukas Mayored Tatuu.
Sedangkan di perkara lain, status pernikahan antara Samson Lalupa dan Martina Dareda diduga telah menipu negara dengan pemalsuan dokumen di Disdukcapil Kecamatan Tampanama, berlanjut ke Pengadilan, sehingga Samson Lalupa dan Martina Dareda di dakwa dan menjalani hukuman penjara selama 6 bulan atas dakwaan asal-usul Perkawinan sesuai Pasal 279 Ayat (1) ke-Ie KUH Pidana Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-Ie KUH Pidana dan UU 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta pueraturan Peundang-undangan terkait.
Setelah kedua pasangan nikah ilegal itu usai menjalani hukuman penjara (Samson Lalupa tidak ditahan karena sakit) selama enam bulan, anak dan isteri pertama Samson Lalupa berharap harta benda termasuk semua alat bukti yang diamankan Polsek Lirung, untuk diambil mengingat anak-isteri Samson Lalupa, masih terdaftar dalam daftar gaji suami/ayah mereka selaku pensiunan Pegawai PLN Lirung.

Namun oleh Polsek Lirung permintaan mereka tidak di ijinkan, dengan alasan bahwa pelapor tidak diperkenankan mengambil mengingat sesuai penyelidikan, aparat tidak ditemukan unsur pidana atas gono-gini. Pelapor justeru disarankan menempuh tindakan hukum lain sehubungan dengan perkara yang dimaksud.
“Kami bingung, sebab status pernikahan mereka saja sudah diputuskan tidak sah oleh PN Tahuna di Melonguane, dan mereka sudah menjalani hukuman penjara. Stelah masuk penjara sampai keluar penjara, perempuan itu telah meninggalkan Pak Samson.
Nah, sebagai hak anak, kenapa Jakly Lalupa tidak di ijinkan mengambil barang bukti mobil Toyota Kijang Avanza Veloz warna merah DL 1101 BA, tanpa alasan. Sedangkan, terinformasi mobil itu malah diserahkan kepada Terlapor Martina Dareda, oleh pihak Polsek Lirung yang waktu itu dipimpin Kapolsek Ipda Tendena R Bawowo,” jelas Tatuu.

Ipda Tendena R Bawowo yang saat itu menjabat Kapolsek Lirung waktu di konfirmasi tentang permintaan korban meminjam pakai mobil karena ayahnya menderita lumpuh, menolak dwngan alasan mobil itu akan jadi barang bukti sidang penggelapan.
“Tapi setelah saya kembali hendak meminjam-pakai mobil atas kuasa keluarga Lalupa, mobil sudah tak ada. Bahkan Pak Kapolsek bilang mobil sudah diserahkan kepada terlapor karena terlapor mampu memberi uang jaminan sebagai administrasi,” beber Mayored.
Jawaban Kapolsek Lirung tentu saja membuat Saksi Mayored Tatuu dan rekannya tidak puas, selanjutnya menceritakan masalah itu ke pihak keluarga pelapor.
Setelah mobil itu raib, Polsek Lirung pun melimpahlan kasus itu ke penyidik Polres Talaud. Namun beberapa waktu kemudian, Pelapor Jakly Lalupa dan Saksi Mayores Tatuu, menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Nomor B/109/VII/2018/Reskrim yang mana, setelah melakukan penyelidikan, penyidik tidak menemukan unsur Tindak Pidana karena menyangkut harta gono-gini.

Sampai berita ini terbit, kasus laporan penggelapan oleh Jakly Lalupa di Polsek Lirung dan Polres Talaud, ngambang, sementara semua barang bukti milik pelapor, tak tahu keberadaannya.
“Kami mendapat informasi bahwa mobil Toyota Kijang Avanza Veloz warna merah DL 1101 BA itu selain sudah tidak berada di Mapolsek Lirung, mobil yang berada ditangan Terlapor diduga kuat sudah di jual ke suatu tempat, yang sudah kami ketahui, dan diduga untuk menutupi hal itu, terlapor telah membeli mobil jenis lain yang dipakai sampai hari ini.
Kepada Pak Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Talaud yang baru, sebagai masyarakat awam dengan hukum dan berada di pihak yang sangat dirugikan, kami mohon agar sudi membuka kembali kasus ini, mengingat banyak hal yang seakan menyimpang dari yang semestinya, contohnya legalitas pinjam-pakai mobil, kenapa pemilik tak di ijinkan meminjam pakai, sebaliknya, terlapor malah diberikan dengan alasan yang kami anggap tidak relevan, bahkan mobil diduga sudah dijual,” pinta Jakly Lalupa bersama ibunya Alfrida Mansiarang (isteri dan anak sah dari Samson Lalupa) yang kini dalam keadaan mengenaskan karena menderita penyakit strooke berat (nyris lumpuh total) dan sudah tinggal, dirawat keluarga isteri pertama di Kecamatan Tampanama.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*