2. PT MSM/TTN Buang Limbah ke DAS Pangiang, Tak Percaya Pemerintah, Warga Serahkan Semua Pada Tuhan

Spread the love
  • 184
    Shares

James Karinda: “Mungkin harus diturunkan tim ke sana”

BLH Sulut Malah Sebut Limbah, Masih Sesuai Baku Mutu (Kep-Men 202)

MANADO, IdentitasPrime – Pemberitaan di sejumlah media online terkait PT MSM diduga kuat telah bertahun buang limbah berupa air panas berasa asin di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pangiang yang melintasi Desa Resetlemen dan Desa Kalinaung Kecamatan Likupang Timur Minahasa Utara, seolah tidak dihiraukan pihak – pihak terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Utara (DLH Sulut).
Menyikapi pemberitaan yang cukup memboming itu, Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara pun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RPD) dengan beberapa SKPD Pemprov Sulut, dipimpin Ketua Komisi IV James Karinda SH, MH.
Komisi V mempertanyakan penanganan kasus pencemaran lingkungan terkait limbah perusahaan tambang PT MSM/TTN kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sudah berulang kali dikeluhkan masyarakat.

Menurut Karinda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) harusnya lebih tegas terhadap pelaku pencemaran apalagi sampai berdampak pada kesehatan warga sekitar. “PT MSM ada pembuangan limbah disana dan sudah keluar di media hari ini. Mungkin harus diturunkan tim ke sana. Informasi di media, dia buang limbah ke sungai dan sungai itu dipakai oleh masyarakat,” sebut Karinda, Selasa (26/2/2019).

Menariknya Kepala Dinas (Kadis)  DLH Sulut Marly Gumalag menerangkan bahwa, untuk kasus PT MSM/TTN terkait air limbah, masih sesuai baku mutu sesuai Kep-Men  202. Namun dalam penjelasannya Gumalag tidak menunjukan hasil uji baku mutu tersebut kepada ketua komisi.
Mirisnya lagi, tanpa disadari oleh Gumalag, jawabanya sudah menyatakan bahwa selama itu memang benar kalau PT MSM/TTN benar ada membuang limbah cair ke DAS Pangiang.
“Air limbah PT MSM masih sesuai Baku Mutu sesuai dengan Kep-Men 202 tetapi kita akan agendakan supaya kita bisa melihat kelapangan,” kata Gumalag.

Masyarakat Desa Kalinaun dan Desa Resetlemen menilai jawaban pihak DLH Sulut hanya sebuah siasat mengulur-ulur waktu saja, sembari berpihak pada PT MSM/TTN semata tanpa perduli dengan nasib rakyat.
“Dinas terkait tidak bisa kami harapkan lagi, sebab sudah banyak tahun mengetahui kalau perusahaan emas itu membuang limbah disini, tapi masih membela dengan kata masih sesuai Baku Mutu sesuai dengan Kepmen 202. Kalau begitu, mari turun ke sungai, dan mereka minum air itu dihadapan rakyat, pada saat PT MSM/TTN usai membuang limbahnya,” tukas beberapa Ibu Rumah Tangga (IRT) asal desa Resetlemen, Rabu (27/02).

Masyarakat di Desa Resetlemen dan Kalinaun mengklaim sudah tidak percaya lagi kepada Pemprov dan DLH serta PT MSM/TTN, karena diduga kuat ada kongkalingkong.
“Kami rakyat kecil, hak kami di ijak-injak dengan pembuangan limbah di desa kami, dan tidak bisa di tindaki, kami pasrahkan semua pada Tuhan. Kalau terjadi apa-apa dengan kami, Semoga TUHAN balas semua perbuatan dan kongkalingkong pihak-pihak terkait dengan Hukum Karma yang setimpal. Dan ini adalah doa dari kami rakyat yang dijajah oleh bangsa sendiri,” kata rakyat dua desa bertetangga itu. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*