Redam Ketegangan, Kumtua Tumalungtung Gelar Pertemuan Dengan Polsek Kauditan dan Ojek/Grab

Spread the love

Ifonda: “Torang punya ini Minut, keamanan itu torang pe tanggungjawab bersama”

MINUT, IdentitasPrime – Peduli dengan dinamika dan setiap gejolak yang terjadi di desa yang dipimpinnya (desa Tumalungtung) Kecamatan Kauditan, Kumtua Ifonda Nusah pun menggelar tatap muka bersama Kapolsek Kauditan dan jajaran Pemerintah desa, masyarakat dan para tukang ojek khususnya yang eksis di pangkalan Ojek Agape Tumaluntung serta Grab ojek online Minut, Rabu (2/10).
“Pertemuan ini juga merupakan upaya untuk meredam ketidakharmonisan antara para tukang ojek pangkalan Agape Tumalungtung, warga Perum Agape, dan Grab ojek online akhir-akhir ini,” tutur kumtua perempuan berdarah Tumalungtung itu.

Menurut Ifonda, langkah persuasif yang diambil dengan mempertemukan semua pihak dan jajaran yang berselisih paham, merupakan solusi yang sudah diwariskan para leluhur Suku Minahasa yang banyak dilupakan.

“Dengan duduk bersama lakukan pembahasa mencari solusi setiap masalah, torang so menjaga itu nilai-nilai luhur yang sudah lama diturunkan oleh para orang tua (leluhur) untuk menyelesaikan setiap masalah,” jelas isteri dari Patrice M Tamengkel itu.

Dengan membudayakan kebiasaan gelar tatap muka untuk menyelesaikan masalah, masyarakat dan pemerintah desa juga sudah membantu meringankan pekerjaan aparat seperti TNI/Polri dalam program Mapalus Kamtibmas.
“Budaya yang tak ternilai ini juga terjaga, tidak hanya menjadi moto orang Tonsea Minut saja, tapi prakteknya tidak ada. Namun sebaliknya, akan terus menjadi bagian dalam kehidupan untuk tujuan hidup rukun dan damai, baku-baku bae, baku-baku sayang, serta saling memafkan. Torang punya ini Minut, keamanan itu torang pe tanggungjawab bersama dengan menjaga kerukunan dan kedamaian,” tandas Ifonda Nusah.

Kapolsek Kauditan, Iptu Ahmad Bastari yang turun langsung dalam gelar tatap muka antara pihak-pihak bersitegang itu adalah resep paling jitu memelihara perdamaian dan kerukunan.
“Duduk bersama, mengungkapkan semua kendala dan uneg-uneg dengan hati dan kepala dingin, menandakan kita sudah kian dewasa didalam menjaga dan memelihara stabilitas keamanan di desa kita sendiri, tanpa harus ada pihak yang dirugikan atau tersakiti,” kata mantan Kapolsek Likupang ini.

Dikatakan Bastari, pekerjaan ojek maupun Grab adalah bagian utuh yang tak dapat dipisahkan, dwngan masyarakat, sebab terjadi hubungan antara upah dan jasa.“Saling menghargai, tanpa ada perasaan tersaingi, akan membuat kita eksis mencari nafkah tanpa masalah dengan orang lain. Yang penting satu hal harus di ingat, saling jaga dan saling mengingatkan agar tidak ada gesekan ketika melayani penumpang maupun pesanan dari para pelanggan. Dwngan demikian, torang do baku jaga itu harmonisasi,” pungkas Kapolsek.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*