Ruas Jalan Sukur-Likupang Berlubang dan Menyempit, Rumimpunu Pertanyakan Dana Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR Sulut

Spread the love

Kepel: “Pemeliharaan DAMIJA anggarannya ada di UPTD Dinas PUPR Wilayah 1, tapi dana-nya memang kecil dan terbatas”

MINUT, IdentitasPrime – Bertahun-tahun sudah berlalu, ruas jalan Sukur-Likupang tidak sehebat dengan tujuan dan kebesaran nama Likupang adalah zona Pariwisata. Pasalnya, di bilangan Sukur-Matungkas saja, bahu kiri jalan sudah menganga lubang memanjang karena drainase yang tidak maksimal.
Jika hujan turun, air meluap ke jalan, menyeret tanah dan sebagian aspal sehingga bahu jalan berubah menjadi seperti selokan.
Di wilayah Desa Tatelu Warukapas, sudah banyak lubang yang membuat kendaraan dapat saling senggol gara-gara menghindari lubang-lubang yang ada.
Di Desa Tatelu tepat depan gereja, saluran air yang memotong jalan sudah ambruk, sebagian jalan dekat Pos LLAJ sudah berlubang, belum lagi di ujung Desa Wasian, Lumpias, Wangurer, Kaweruan, dan Desa Paslaten.

Dari Desa Paslaten sampai ke pertigaan Jembatan Likupang I-Kijang, selain malam hari jalan gelap dan banyak tikungan tajam, ruas jalan taanpa garis tengah pembatas jalan tersebut telah menjadi sempit.

Donald Rumimpunu, Ketua Aliansi Pemuda Likupang Raya APLR mempertanyakan Dana Perawatan Jalan atau Dana Pemeliharaaan Berkala Daerah Milik Jalan (Damija)
“Dimana dana pemeliharaan jalan Sukur-Likupang, selama ini. Selama ini lubang-lubang yang ada, hanya diturupi semen oleh warga, agar tidak membawa resiko bagi pengguna jalan,” ujar Donald Rumimpunu.

Donald Rumimpunu

Lanjutnya, alang-alang dan rumput liar mulai menutupi badan jalan, padahal harusnya ruas jalan lebar kini mulai menyempit akibat banyaknya rumput yang mulai menutupi badan jalan.
“Ini sangat memprihatinkan karena beresiko terjadinya tabrakan antara kendaraan dengan kendaraan lainya karena jarak pandang dan luas jalan yang sudah mengecil.
“Di salah satu tikungan antara Desa Paslaten-Likupang I juga sudah ada lubang sedalam hampir 2 meter, kenapa Pemprov seakan tutup mata. Dunas terkait jangan hanya diam menunggu anggaran tanpa ada kebijakkan atau upaya serius untuk keadaan fisik jalan Sukur-Likupang,” sembur Rumimpunu.

Mewakili masyarakat Likupang Raya, Rumimpunu meminta, Dinas PUPR lakukan pemotongan alang-alang itu, menambal lubang-lubang yang ada sebelum memakan korban jiwa.

“Jalur ini sudah cukup ramai oleh kendaraan yang lalu-lalang mulai dari pengunjung pariwisata (wisatawan), aktivitas pelabuhan dan aktivitas masyarakat sendiri. Kalau tidak ada tindakkan pemeliharaan dan terjadi kecelakaan lalu-lintas, kami akan lakukan unjuk rasa dan pemblokiran jalan,” tandasnya.

Terpisah Ir Steve Kepel, Kepala Dinas Proyek Umum Perumahan Rakyat Provinsi Sulawesi Utara (Kadis PUPR Prov Sulut) ketika dikonfirmasi tentang keluh-kesah masyarakat Likupang Raya diatas, tak menampik hal itu.
Ia langsung mengerahkan tim ke beberapa titik yang dimaksud, dan segera membahas tindak-lanjutnya.

“Pemeliharaan Daerah Milik Jalan (DAMIJA) anggarannya ada di UPTD Dinas PUPR Wilayah 1, tapi dana-nya memang kecil dan terbatas. Kita sudah meminta penambahan, sudah dikabulkan, nanti akan tirun di APBD Perubahan,” jelas Kepel via Whats-App nya.(Miekel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*