Rukun ESA GENANG Besarkan Anggota Dengan Modal Kejujuran Dan Budaya Malu

Spread the love

Pensiun, Maidangkay Serahkan Jabatan Ketua kerukunan ke Abraham Kompo

MINUT, IdentitasPrime – Disaat negara Kesatuan Republik Indonesia sedang gencar memerangi Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) yang begitu sulit diberantas karena sudah meng-akar semenjak dahulu.

Banyak perusahaan, lembaga, wadah organisasi besar dan kecil yang eksis, tiba-tiba hancur oleh budaya korupsi sehingga semua tercerai-berai tanpa ampun.
Di Desa Talawaan, Kecamatan Talawaan Minahasa utara, ada sebuah perkumpulan besar dengan nama “KERUKUNAN ESA GENANG” dengan motto Si Tou Timou Tumou Tou yang didirikan oleh masyarakat setempat, justeru berjalan begitu aman dan damai, tanpa ada aib termasuk penyalah gunaan kewenangan dalam mengatur keuangan satu kalipun.
“Dulu di tahun 1070-an, Talawaan adalah rumpun teranak paling besar di Kecamatan Dimembe dan Talawaan. Karena budaya mapalus kental dalam segala hal baik dalam pesta pernikahan maupun kematian, maka Hukumtua Enokh Nelwan Sumampouw (Gogos) dan Sekdes Inaray H Maidangkay, pada tanggal 14 Juli 1974, Cornelis Umboh dan para tetua di Jaga 4 seperti Philep Pongoh, Martin Warow, Yeskiel Sigarlaki, Daniel Sigarlaki, Yakob Mandagi, bersama masyarakat, membentuk organisasi kedukaan bertempat dirumah Keluarga Tengker-Pitoy,” beber Inaray Minggu (17/9).
Berawal dari kelompok kerukunan duka, lanjut Maidangkay, karena jaman itu perekonomian masyarakat sangat miris, dengan anggota pertama sebanyak 78 orang, perlahan-lahan Rukun ESA GENANG yang mengumpulkan iuran sebagai dana awal uang kas.
“Sukses berdiri dan eksisnya Kerukunan ESA GENANG ini berlandaskan pada budaya malu dan rasa tanggungjawab yang tinggi. Setiap 2 tahun kami melakukan pemilihan secara demokrasi. Dan sesuai AD-ART, karena usia saya sudah lebih dari 70 tahun, maka saya harus mengundurkan diri, memberi tongkat estafet bagi yang lebih muda dari saya,” jelas mantan Ketua KERUKUNAN ESA GENANG terlama (sejak tahun 1982-2017) itu.
Hari ini, Minggu (17/9), merupakan momen bersejarah ditubuh Rukun Esa Genang. Pasalnya, hari ini Ketua Kerukunan Esa Genang, Inaray H Maidangkay, telah memasuki masa pensiunnya.
Untuk itu, jabatan Ketua kerukunan jatuh ke tangan Abraham Kompo yang sebelumnya menjabat sekretaris dalam Kerukunan Esa Genang, yang digelar dikediaman keluarga Sumampouw-Sigarlaki di Jaga 4.

I H Maidangkay dalam penyampaiannya mengajak para anggota dan pengurus Kerukunan Esa Genang untuk tetap mempertahankan idealisme Teranak Tounsea, agar tetap mampu menjaga eksistensi daripada Kerukunan Esa Genang ini.
“Masa kepemimpinan saya sudah berakhir, tiba saatnya saya serahkan tongkat estafet ke yang lebih muda dari saya,” tutup Maidangkay penuh haru.

Setelah serah-terima semua berkas dan tanggungjawab berlangsung, Ketua Kerukunan ESA GENANG Talawaan, Abraham Kompo, dihadapan anggotanya menyerahkan 5 (lima) buah buku arisan dan infentaris kepada masing-masing pemegang buku jaga.

“Tidak banyak yang kami lakukan, sebab kami hanya melanjutkan apa yang sudah dirancang oleh Kerua sebelumnya. Yang pasti kita semua harus bangga, kalau dulu Kerukunan ESA GENANG hanya memiliki 78 anggota, Puji TUHAN sekarang kita sudah memiliki kurang-lebih 398 anggota. Dan ini masih akan bertambah, mengingat generasi kita yang masuk ke jenjang rumah tangga,” ujar Ketua Kerukunan Esa Genang, Abraham Kompo.

Lanjut dia, sampai hari ini Saldo uang kas Kerukunan Esa Genang Talawaan sudah mencapai Rp. 3.134.000.000 (tiga miliar seratus tigapuluh empat juta Rupiah).
“Kami juga menfinventarisir benda sesuai kebutuhan berupa 800 buah kursi, meja 6 buah, peralatan katering untuk 1000 kepala, terpal ukuran 10×12, ada 4 buah. Semua bahan inventaris ini digunakan secara gratis bagi para anggota. Tapi bagi non anggota, dikenai biaya sewa,” tandas Kompo.

Terpisah, Venny Kompo SH Anggota Kerukunan Esa Genang mengaku sangat bangga dengan eksisnya Kerukunan Esa Genang Talawaan. Perlu diketahui, kebanyakan pengurus Kerukunan Esa Genang tidak puny latar belakang pendidikan yang tinggi.
“Walau hampir tidak ada sarjana, namun mereka eksis, kompak dan tulus ikhlas menjaga nama baik dan kebesaran dari Esa Genang. Ini satu hal yang patut diberi apresiasi, mengingat sampai hari ini, Kerukunan Esa Genang tidak pernah tsrsangkut skandal memalukan seperti korupsi, maupun ketidak jujuran,” katanya.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*