Selembut Goresan Cinta

Spread the love
Judul : Selembut Goresan Cinta
Penulis : Fredy S
Penerbit : Bintang Indonesia
Format EBook : Digibook (Exe)
Adinda mendekat. Dia pingin tau kenapa Reno rela membersihkan toilet. Ada seorang satpam yang mengawasinya. Dan Adinda menghampiri satpam yang terus-terusan mengayunkan pentungan di tangannya. Saat itu. Reno sendiri dapat melihat Adinda, tapi dia tidak cukup peduli. Tampangnya tetap saja dingin dan cuek. Mungkin saja kalau yang datang saat itu puteri salju dalam cerita dongeng bersama pangeran dengan kuda putihnya, barulah Reno memfokuskan perhatiannya. Tapi Adinda tidak cukup peduli bagaimana sikap Reno saat itu.

“Pak, kenapa dengan Reno sampai harus membersihkan toilet guru saat jam pelajaran gini?” tanya Adinda langsung ke pokok persoalan.

“Biasalah tukang bikin heboh di sekolah,“ jawab pak satpam judes.

“Ohh…. tapi kenapa dia nerima hukuman saat jam pelajaran begini?”

“Kenapa juga kamu berada di luaran saat jam pelajaran gini?”

“Gurunya tidak masuk.”

“Saya tidak tau. Tugas saya hanya mengawasinya agar dia benar-benar menyelesaikan tugasnya, agar dia tidak melarikan diri.”

“Apa kepala sekolah tau akan hal ini?”

“Kamu tanya saja sama Pak Zainuri yang mengirim Reno kesini.”

“Aku boleh ngomong sama Reno?”

“Silahkan aja. Kalaupun kamu kepikiran untuk bantuin dia, nggak apa-apa juga kok.”

Adinda lebih mendekat lagi ke tempat Reno yang sepertinya menderita banget menjalani hukumannya itu. “Hai…. boleh aku bantuin kamu?” Adinda bersandar di tembok.

Reno tidak meladeni Adinda. Dia terus menggosok-gosok lantai dengan alat pengepel. Caranya sangat kasar, sekasar kata-katanya yang sering kali bikin hati orang sakit. Sepertinya dia tidak pernah lulus belajar tata krama. Adinda berpikir, tidak mungkin tempat itu akan bersih kalau tidak disikat terlebih dahulu. Karena itu Adinda langsung mengambil sikat panjang untuk lantai. Dia tidak perlu menunggu kata setuju dari Reno.

“Bukankah aku udah bilang kalau kamu jangan pernah mencoba deketin aku lagi. Dan kamu nggak perlu sok kasihan gitu sama aku. Hal kayak gini terlalu mudah untuk aku selesaiin.” .

“Sekarang ini bukan waktunya untuk berdebat.” Adinda sempat melirik Reno. “Kenapa kamu nggak coba menyogok pak satpam itu seperti yang udah-udah? Kayaknya cara seperti itu terbukti ampuh buat bebasin kamu dari hukuman kayak gini.”

“Diam! Aku nggak butuh saran kamu.”

Adinda tidak begitu memedulikan perintah Reno yang menyuruhkan diam. “Kenapa juga kamu mau ngejalanin hukuman ini kalau ini bikin kamu tidak bisa mengikuti pelajaran? Apa kamu nggak ngerasa rugi?”

“Kamu bisa diam nggak sih?! Buat apa juga kamu peduli, yang jalanin kan aku?!”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*