Seriusi Penolakan Warga Desa Tountalete Atas PLT Hukumtua, Tripika Kema Gelar Pertemuan, Namun Buntu

Spread the love
  • 57
    Shares

WARGA NGOTOT PLT HUKUMTUA HARUS 1 DARI 4 FIGUR YANG MEREKA USULKAN

MINUT, IdentitasPrime – Tri Pimpinan Kecamatan (Tripika) Kecamatan Kema yang meliputi Camat Kema, Kapolsek Kema dan Danramil Kauditan, menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Tountalete Rabu (06/02/2019), pukul 16. 00 Witta.

Pertemuan digelar di kediaman Ny Heny worang pada sore hari, rabu 06/02/2019. pada pukul 04 sore ini turut dihadiri warga Desa Tountalete yang menolak PLT Hukumtua utusan Pemkab Minut.

Vilma Anrhonie SH MH Camat Kema yang baru saja mengganti Frederik Tulengkey mencoba mencari solusi pada warga yang hadir.
Dia menyampaikan bahwa sebagai warga masyarakat, untuk tak membuat sesuatu yang melangar hukum.
“Masalah PLT hukumtua tersebut, sudah sesuai prosedur atau sudah sesuai aturan dan Undang-undang, apalagi sudah di lantik oleh Bupati Minut,” jelas camat beradarah Desa Kema Satu ini.
Sesuai kewenangan dan hak preogatif bupati, lanjut Anthonie, didasari beberapa telaah dan sharing, karena sudah sesuai prosedur, maka Bupati Minut telah melantik sang PLT.
“Kita sebagai masyakat, harus mematuhi aturan yang ada. Mari kita dengan kepala dingin, tidak memusuhi pemerintah, dan tidak berbuat hal-hal merugikan diri sendiri,” ajak Vilma.

Iptu Munasir Kapolsek Kema juga menghimbau kepada masyarakat Desa Tountalete agar tak membuat sesuatu hal yg bisa merugikan, apalagi kita akan menyambut Pemilu Pilpres dan Pilcaleg.
“Jangan berurusan dengan hukum, deni mengsukseskan pilkada nanti. Sebagai Kapolsek Kema juga, saya harap masyarakat disini agar tidak terpancing isu-isu dsn provokasi menyesatkan dengan tujuan, merusak ketenangan yang ada,”ajak Munasir.

Kapoksek juga menegaskan, jika ada yang coba-coba dengan sengaja mengacaukan jalannya Pemilu nanti, pihaknya akan bertindak tegas. “Kami dan pihak TNI akan bertindak sesuai SOP terhadap oknum tersebut,” tandasnya.

Ditambahkan PLH Danramil Kauditan, Letda edison Kasenda memgajak masyarakat Desa Tountalete yang hadir agar jangaan sampai terpancing dengan unsur provokatif berbau SARA atau politik busuk.
“Karena kita sebagai Warga Nagara RI adalah satu walaupun berbeda Agama, beda pendapat dan beda suku. Marilah kita sama-sama mandukung program pemerintahan yang ada di tingkat pusat provinsi, serta kabupaten/kora agar kita tidak terpecah belah,” pinta Kasenda.

Lanjut dihimbau Danramil Kauditan, cari solusi jitu, ajukan kepada Camat Kema bahwa nasyarakat Tountalete menolak PLT hukum tua tersebut. “Mari kita bahas bersama, agar dapat menyapai kemufakatan,” pungkasnya.

Sementara, masyarakat Tontalete diberi kesempatan menyampaikan uneg-uneh terkait seputaran PLT Kumtua, mereka tetap bersikukuh mwnolak.

“Kami tidak suka dia. Kantor desa yang kami palang atau segel.itu tidak bisa di buka sebelum mengikuti persyaratan kami, atau sesuai dengan janji kami beberapa waktu lalu bahwa kami punya calon yang sudah kami usul kan. Mereka ada empat org dan itu sudah kami serahkan ke camat yang lalu,” jelas warga.

Ke-empat orang calon yang akan duduki PLT Hukumtua Tontalete itiu, tpal warga, jika ridak diterima, berarti tidak ada ritik temu.
“Jadi, jika usulan kami tetap tak dihaegai, maaf kalau kami tetap menolak, alias kantor desa yang kami segel, twtap tidak bisa di buka,” tutup warga. (Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*