Spesialis Pencuri Hand-phone di 51 TKP Tumbang di Dor Tim Resmob Polres Bitung

Spread the love
  • 365
    Shares

Dikamar TSK Aparat Temukan 11 Pucuk Panah Wayer dan 2 Buah Pelontar Anak Panah

Tamuntuan: “Protap Tetap Jalan, Aparat Lakukan Tindakan Tegas Terukur”

BITUNG, IdentitasPrime – Prinsip Kota Bitung Bukan Tempat Yang Aman Bagi Pelaku Kejahatan” yang di dengungkan Kapolres AKBP Stefanus Michael Tamuntuan SIK, bukanlah omong kosong belaka.
Menindak lanjuti laporan masyarakat, Rabu 06 Februari 2019 sekitar pukul 21.28 Wita, Tim Resmob Polres Bitung telah mengungkap plus penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pencurian elektronik khususnya HandPhone yang terjadi pada hari Kamis 31 Januari 2019 sekitar jam 14.30 wita di parkiran Alfamart 46, Kelurahan Wangurer Kecamatan Madidir Kota Bitung.
Diduga kuat, pelaku pencurian ini terlibat dengan tindak pidana pencurian dibeberapa TKP lainnya di Kota Bitung.
Pelaku sudah ditangkap pada Rabu 06 Februari 2019 sekitar pukul 21.28 Wita, di Kelurahan Manembo-nembo Bawah Kecamatan Matuari Kota Bitung.

Pelaku ditangkap, atas dasar pengembangan Laporan Polisi (LP): Nomor/LP/90/I/2019/Res Bitung. tgl 31 Januari 2019, atas nama
Donny Donsu, sedangkan salah satu korban bernama Jesica Mussu.

Korban mengalami kerugian senilai Rp 3.500.000. TSK telah melanggar Pasal 362 KUHP dan pasal 2 ayat (1) UU no 12 tahun 1951, karena terbukti pada hari Kamis 31 Januari 2019 sekitar pukul 14.30 wita. Penyidik juga sukses menginterogasi Tersangka, sehingga ia mengaku telah melakukan kejahatan di banyak empat, sebagai berikut :

1. Parkiran Alfamart 46 Kelurahan Wangurer KecaKecamatan Madidir
2. Pangkalan ojek girian dekat SMA Negeri 1 Girian
3. Perempatan Girian Atas Kota Bitung
4. Depan distro Wangurer pangkalan ojek Jasmigo.
5. Depan AKR wangurer
6. Depan toko Girian jaya
7. Parkiran disamping rumah makan KMP
8. Depan Apotik Bahari
9. Depan pangkas rambut girian
10. Parkiran samping RM Padang Girian
11. Depan toko mentari
12. Tugu Girian Bawah
13. Pasar Winenet
14. Pantai Sari Maya Manembo-nembo
15. Depan Citymart Girian
16. Pasar Girian (ada 4 TKP)
17. Kompleks Ruko Aermadidi
18. Depan Pelni
19. Kompleks Cafe Padang Pasir.
20. Depan Warung Kelurahan Sagerat
21. Kompleks Pantai Malalayang Manado (ada 5 TKP)
22. Pusat Kota Hp didalam mobil mikro
23. Pantai tanjung merah (ada 3 TKP)
24. Depan KFC Girian
25. Depan RM Padang Manembo nembo
26. Tempat jual VCD Pusat kota (ada 2 tkp)
27. Depan Kantor Samsat (ada 2 TKP).
28. Pertigaan Tendeki.
29. Depan konter Blessing.
30. Pangakalan ojek lorong II pateten.
31. Depan Cafe Madu.
32. Depan PT Bimoli.
33. Depan Patung Dotulong
34. Kampung Kodok Wangurer
35. Depan Rudis Walikota Bitung

Sedangkan Identitas Tersangka yaitu Frangky Ucok Ambarita alias Osi (24) kelahiran Bitung 16 Mei 1994, pekerjaan nelayan. Lelaki berdarah Batak ini terdaftar sebagai warga Kelurahan Winenet Kecamatan Aertembaga Kota Bitung.
Modus operandi yang dilakukan pelaku saat mencuri yaitu dengan cara pelaku mengambil HandPhone yang berada disaku motor matic terparkir yang ditinggal korban untuk berbelanja. Pelaku juga cukup lihai karena kerapkali beraksi di tempat-tempat keramaian seperti tempat wisata, dengan memanfaatkan kelengahan korban saat bertamasya. Hebatnya lagi, selama beraksi pelaku memgaku selalu melakukannya seorang diri.

Inilah daftar Barang bukti (Barbuk) yang telah disita aparat, dan yang masih dalam pencarian seauai pengakuan Tersangka:
1. TKP Alfamart HP Samsung J7 Pro warna Gold. (ada)
2. HP Oppo A37 (belum)
3. HP vivo 71 warna silver (belum)
4. HP vivo Y81 warna biru (belum)
5. HP Oppo neo 7 warna putih ( belum)
6. HP Iceery warna hitam (belum)
7. HP samsung J5 2016 putih (belum)
8. HP mitto android warna hitam (belum)
9. Hp samsung grand prime putih (belum)
10. HP Xiome warna hitam (belum)
11. HP Coolped warna gold (belum)
12. HP evercross warna putih ( ada)
13. HP samsung J1 hitam (belum)
14. HP Xiome redmi 5 mermud (belum)
15. HP Oppo A37 ada 4 unit (belum)
16. HP Oppo J1 (belum)
17. HP samsung J5 warna putih (ada)
18. HP samsung J4 warna putih (ada)
19. HP samsung J1 wrn putih (belum)
20. HP samsung J2 ada 5 unit (belum)
21. HP Mitto warna merah (belum).
22. Hp Xiome red 2 wrn hitam (belum)
23. HP J2 hitam (belum)
24. HP Asus abu2 (belum)
25. HP samsung J7 prime (belum)
26. HP samsung A7 hitam (belum)
27.HP samsung young putih (belum).
28. HP Advan silver (belum)
29. Tab samsung putih (belum)
30. HP evercross hitam (belum)
31. HP Asus Gold (belum)
32. HP samsung J1 ace putih (belum)
33. HP samsung putih (belum)
34. HP Nokia putih (ada)
35. HP samsung J5 2015 putih (belum)
36.HP Nokia hitam (ada)
37. HP Nokia putih (belum)
38. Tab Advan hitam (belum)
39. HP Ipad 4 warna cream (belum)

Adapun kronologis aparat menangkap TSK, yaitu Kamis 31 januari 2019 sekitar jam 14.30 wita TSK mendatangi Alfamart 46 di Kelurahan Wangurer Kecamatan Madidir bersama istri dan anaknya.
Pelaku masuk Alfamart, membeli susu anaknya, sementara anak dan istrinya menunggu diluar/halaman parkir.
Tak lama berselang, datang pelapor Donny Donsu dan korban Jesica Mussu hendak berbelanja pula.
Didalam alfamart mereka lupa membawa Hp Samsung J7 pro warna gold yang diletakkan di saku sepeda motor, HP itu dilihat oleh pelaku, dan mengambil HP itu dan melarikan diri.

“Aksi pelaku terekam CCTV milik Alfamart. Berkat rekaman tersebut tim Resmob melakukan penyelidikan sehingga menangkap tersangka di Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari,” tutur Kapolres Bitung, AKBP Stevanus M Tamuntuan SIK kepada media ini.

Lanjut Kapolres, dikediaman Tersangka, Frangky Ucok Ambarita alias Osi, tepatnya didalam kamar tersangka, aparat menemukan 11 buah anak panah wayer dan 2 buah pelontar anak panah, 2 unit HP Evercroos kemudian barang bukti itu di amankan dan disita.
“Saat aparat membawa Tersangka untuk lakukan pengembangan, dia mencoba mengelabui petugas, dengan coba melarikan diri sehingga aparat terpaksa lakukan tindakan tegas dan terukur berupa menembak di kaki kiri tersangka. Sampai saat ini pelaku dibawa di Mapolres Bitung untuk proses sidik,” jelas Tamuntuan.

Lebih jauh, perwira menengah (pamen) Polri yang pernah menjabat Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan itu menyimpulkan, pengungkapan dan penangkapan pelaku Tindak Pdana (TP) Pencurian dan menyimpan, memiliki sajam tanpa ijin berupa panah wayer ini sudah sesuai prosedur tetap.
“Sekali lagi kami tegaskan, perlakuan terhadap pelaku dengan jalan melumpuhkan kakinya, merupakan tindakan tegas terukur berupa tembak di kaki agar tidak mencoba melarikan diri lagi. Lukanya sudah dirawat, dan TSK masih akan diperiksa mengingat barbuk banyak yang sudah tidak ada ditangannya,” urai Tamuntuan yang juga pernah bertugas di Propam Mabes Polri itu.
Ditanya apakah para pemilik bisa mendapatkan kembali HP mereka, oleh Kapolres, dijawab boleh.
“Silahkan. Tapi harus membawa identitas serta bukti-bukti pendukung yang mana HP itu milik anda, seperti nota pembelian, maupun bukti-bukti menguatkan yang mana barang yang dimaksud memanglah milik anda agar tidak mempersulit kinerja polisi. Dan bagi yang HP nya masih dalam pencarian, diharap untuk bersabar, sebab aparat masih terus mengembangkan semua pengakuan TSK sampai dapat,” pungkas perwira berdarah Minahasa yang dikenal tegas namun santun itu. (Noval/Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*