Susunan Kabinet Jokowi-Amin Usai, Jokowi Tegaskan Jaksa Agung Bukan Orang Parpol

Spread the love

Kabinet Jokowi-Amin Ada Menteri Usia Dibawah 40 dan 30 Tahun?

JAKARTA, IdentitasPrime – Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden tinggal menghitung hari, Kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sudah rampung tinggal diumumkan secepatnya ke publik.

“Akan kita umumkan secepatnya karena sudah ditunggu pasar dan masyarakat,” kata Presiden Joko Widodo saat berdiskusi dengan para pemimpin media nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).
Presiden Joko Widodo menyatakan susunan Kabinet periode 2019-2024 dapat diumumkan sebelum waktu pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada Oktober 2019 mendatang.

“Kabinet bisa diumumkan kapan saja, enggak perlu nunggu Oktober,” ujar Jokowi dalam pertemuan Dewan Pemimpin Redaksi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Untuk menyusun komposisi kabinet pastinya tidak mudah karena mesti mengakomodasi berbagai macam aspek. Aspek-aspek itu adalah keterwakilan kawasan, gender, agama, ormas, profesional, dan partai politik.

Sebelumnya Jokowi pernah menjelaskan akan mencari menteri usia muda dan potensial, sepertinya menteri usia muda itu akan terwujud bahkan disebut- sebut ada satu menteri berusia dibawah 30 tahun dan Satu menteri lagi berusia 30-40 tahun.
Menteri berusia muda ini bukan berasal dari kalangan partai politik, tetapi profesional. “Dia bukan dari partai politik, tetapi profesional. Dia punya kemampuan manajerial yang bagus,” kata ujar Jokowi.

Beberapa menteri pada Kabinet Indonesia Kerja masih tetap dipertahankan, namun untuk posisi Jaksa Agung, ia menegaskan, bukan berasal dari partai politik.
“Walaupun jumlah kementerian tetap, tetapi ada dua kementerian dengan nama baru, yaitu Kementerian Investasi. Ini diperlukan guna lebih fokus menarik investasi asing. Satu lagi, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Internasional. Jabatan rofesional akan mendapat porsi 55 persen, sedangkan parpol 45 persen,” imbuh Presiden.

Sehari sebelumnya (Selasa,13/8/2019) Jokowi mengundang aktivis 98 yang merupakan kader PDI Perjuangan Adian Napitulu ke Istana.
“Iya benar, Bang Adian dipanggil Pak Jokowi ke Istana sekitar pukul 10.00 pagi,” ujar Staf Adian di DPR, Musyafaur Rahman saat dilansir dari tempo.co

Belum diketahui apa isi pembicaraan antara Jokowi dan Adian saat bertemu di Istana, tetapi Jokowi pernah datang acara Halal Bihalal bersama aktivis 98 yang diprakarsai oleh Adian Napitulu.

Sebelumnya Jokowi memberi sinyal bahwa para aktivis 1998 memiliki potensi untuk menjadi menteri di kabinet mendatang.

“Saya mendengar banyak aktivis ’98 yang menjadi anggota DPR, kepala daerah, saya lihat di menteri belum. Bisa saja kenapa tidak, dengan kemampuan yang ada, bisa saja,” ujar Jokowi dalam acara Halal Bihalal bersama aktivis ’98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Minggu (16/6/2019) silam.(Maxi Bangun)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*