Tatap Muka PT ABSM dan Masyarakat Sarawet Nyaris Ricuh, Tripika Likupang Terpaksa Tunda Pertemuan

Spread the love

Maramis: “Jangan bicara berbelit-belit. Pemerintah saja kalian bohongi, apalagi rakyat jelata

MINUT, IdentitasPrime – Riak-riak kontroversi antara masyarakat Desa Serawet dan pihak perusahaan PT ABSM (Anugerah Bumi Sempu Mandiri) yang viral diberitakan di dunia maya, membuat perusahaan pengelolah tambak Udang ini terpaksa menggelar sosialisasi disalah satu bangunannya, diujung Desa Serawet Kecamatan Likupang Timur Minut, Rabu (24/7).

Awalnya, Selasa 23 Juli (kemarin red-), Plt Hukumtua, Octavianus Maramis dan warga Desa Serawet memergoki beberapa pekerja, sedang memotong tanaman bakau (Mangrove) disekitar litir (pematang) eks tambak milik PT ASA.
Melihat hal itu, Kumtua menegur para pekerja, namun ada yang coba-coba membangkang. “Salah satu diantaranya mendekat dengan sebilah parang terhunus,” aku Maramis.

Melihat keadaan disekitar tambak eks PT ASA sudah banyak mangrove yang di tebang, sebagai pemerintah di Desa Serawet Octavianus Maramis pun meminta kegiatan disitu dihentikan dahulu sampai pihak perusahaan dapat dikonfirmasi terkait aktivitas yang dapat dikatakan ilegal itu.

Menindaklanjuti masalah tersebut (kemarin red-), maka pihak PT ABSM pun menggelar pertemuan dengan masyarakat dan pemerintah Desa Serawet didampingi Camat Likupang Timur, Vandy Posumah, Kapolsek Likupang AKP Denny Rantung, Danramil Likupang diwakili Serka Danes Tuwonaung.

Rondonuwu: “Selama belum ada kesepakatan dengan rakyat dan dokumen belum lengkap, hentikan pekerjaan, jika tidak, pasti kami lawan”

Entah bertepatan atau ada faktor x lainnya, jabatan PLT Hukumtua Octavianus Maramis, hari ini ternyata sudah dicopot dan diberikan kepada PLT yang baru, yakni Pak Woy.

Kepada pihak perusahaan Maramis sangat menyesalkan sikap mereka yang serba kong-kalingkong dan tertutup.

“Jangan bicara berbelit-belit. Pemerintah saja dibohongi, apalagi rakyat jelata. Padahal masalah ini hanya sepele, yaitu perusahaan harus terbuka pada masyarakat dan Pemerintah Desa Serawet, bahkan kepada Kecamatan, Polsek dan Koramil Likupang Timur,” tukas dia.

Masyarakat lainnya sangat mengecam kehadiran dan pekerjaan pembangunan Tambak Udang oleh PT ABSM, karena serba tertutup dan memakai tenaga kerja dari luar desa terkait.
“Sebagai Ketua BPD dan warga terdekat pekerjaan ini, saya kaget kalau di dekat rumah saya ternyata ada perusahaan besar sedang mengalih fungsi lahan, tanpa ada kordinasi dan komunikasi dengan kami. Kalau terjadi banjir bandang dan air laut naik tinggi, kamilah warga yang pertama kena dampak dari perubahan alam yang dibuat PT ABSM,” sembur Stenly Tunas Ketua BPD Desa Serawet.

Dalam pertemuan yang tidak mirip sosialisasi karena tidak ada selembar balihoo atau tulisan apapun itu, Direktur atau Kepala Cabang dari PT ABSM (Anugerah Bumi Sempu Mandiri) Frengky Padang mengaku pihaknya sudah melengkapi semua dokumen dan perijinan dari Pemerintah Daerah.
“Sudah satu tahun stengah saya urus semua dokumen, kami mengajukan Lahan HGU sebesar 100 Hektar namun oleh Pemda hanya diberikan kurang lebih 61 hektar saja. Kami setuju karena kami tidak mau berurusan dengan hukum,” kata Padang.

Keterangan Direktur atau Kepala Cabang dari PT ABSM Frengky Padang yang berbelit-belit, menuai bantahan dan amarah warga yang nota-bene mengetahui persis bahwa PT ABSM ini hanya melanjutkan pekerjaan dari PT ASA yang sudah sekian lama meninggalkan pekerjaan alih fungsi lahan itu.
Masyarakat bahkan mengancam, jika perusahaan masih bersikukuh melanjutkan pekerjaan, maka masyarakat akan mengambil tindakan tegas.
“Selama belum ada kesepakatan dengan rakyat dan dokumen belum lengkap, hentikan pekerjaan, jika tidak, pasti kami lawan,” kata Tonny Rondonuwu mengingatkan.

Sosialisasi tiba saat tiba akal ini dihujani berbagai penolakan sehingga waktu memasuki pukul 06.00 wita, sehingga Camat dan kapolsek Likupang Timur pun memutuskan, pertemuan ini belum menemui titik terang atau kesepakatan.
“Pihak.perusahaan harus menahan diri dulu, sambil mengurus segala dokumen, kemudian adakan sosialisasi dihadapan masyarakat dan didampingi pemerintah dan aparat setempat. Atur saja waktu yang tepat, dan pertemuan dilaksanakan di Kantor camat Likupang Timur saja,” tutup Camat Likupang Timur Vandy Posumah

Sungguh sangat disayangkan sikap Direktur atau Kepala Cabang dari PT ABSM Frengky Padang, terkesan begitu angkuh bahkan tidak bersedia memberikan kesempatan wartawan untuk bertanya.
“Maaf saya hanya berurusan dengan masyarakat, tidak berurusan dengan jurnalis. Waktunya sudah habis,” ujar Frangky Padang yang belakangan diketahui adalah owner dari PT ABSM.

Dilain pihak, Kapolsek Likupang AKP Denny Rantung, ketika ditanya tentang keberadaan perusahaan ini, mengaku kaget.
“Wah saya sendiri tidak pernah tahu keberadaan perusahaan ini. Padahal inilah fungsi dari lintas kordinasi. Untung saja masyarakat disini sudah sadar hukum Kalau terjadi pertikaian dan ada korban, perusahaan pasti disalahkan, jadi sebaiknya matangkan persiapan semua dokumen, berkordinasilah dengan Pemkab Minut, serta Tripika agar sosialisasi anda aman tanpa ada resiko,” kata mantan Kapolsek Tumpaan itu.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*