Team Advokasi ED-YLM Turun Pantau Perluasan Lahan Tambahan Tambang Batubara PT. PCN

Spread the love

Calon Bupati Minut Memilih Konsentrasi di Kerja Kalimantan Selatan Daripada Kampanye Jauh-jauh Hari

NASIONAL, IdentitasPrime – (Liputan Khusus), Rabu (11/09) sekira pukul 10.00 wita, personel Advokasi Erol Dungus SH, Youla Lariwa SH. MH dan Zulaiha Sumarto SH selaku kuasa hukum PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) dari Jakarta bertolak ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Di Kabupaten Batulicin Tanah Bumbu yang merupakan kabupaten terkaya di Indonesia sesudah Kutai Kartanegara, rombongan ED-YLH dikawal Koordinator Security Oficer (SO), Pak Pak Yudha Giyanto bersama beberapa personil, melakukan survey dan pantauan langsung ke titik lahan yang dibebaskan beberapa waktu lalu.

“PT PCN ini adalah perusahaan raksasa yang bergerak dibidang pertambangan batubaru. Ini titik batas perluasan dari lahan tambahan 50 hektar yang dibutuhkan PT PCN sehingga total area-nya menjadi kurang lebih duaratusan hektar,” beber Erol Dungus SH, selaku kordinator team advokasi PT PCN.

Sesuai skala perluasan ijin usaha Pertambangan (iuP) untuk OP (Operasi Pertambangan), lanjut Erol, pihak PT PCN telah melakukan pembebasan lahan sebesar 50 hektar.
Oleh pemerintah, PT PCN pun melebarkan lingkup penambangam batubara-nya di wilayah Desa Sebamban Baru Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Batulicin Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, lebih menganjur kedalam lagi.

“Setelah menempuh dan melalui beberapa tahapan dan syarat yang ada, ijin usaha Pertambangan (iuP) untuk OP (Operasi Pertambangan), sudah di urus, maka sesudah lakukan pemantauan area, sebentar lagi PT PCN segera lakukan eksplorasi dan eksploitasi untuk penambangan batubara,” timpal Erol dungus SH yang dikabarkan sebagai salah satu kandidat Calon Bupati Kabupaten Minahasa Utara yang paling berpeluang terpilih tersebut.
Sementara, Youla Lariwa menanggapi, selain lakukan survey lokasi, tim advokasi ingin memastikan bahwa batas area yang ditentukan, sudah sesuai dengan berkas yang ada.

“Dari 1000 hektar ada 350 hektar sudah sementara digarap karena potensi full batubara. Saat ini baru 50 hektar yang dikelolah, sementara 50 hektar sedang masuk ke tahap penggalian karena ada alih fungsi lahan,” jelasnya.
Sesuai UU Minerba, kata Lariwa lagi, yang mana yang di utamakan dahulu adalah hasil bumi dbawah tanah, sesudah itu baru di reklamasi.
“Jadi sebenarnya yang beruntung adalah si pemilik awal perkebunan, sebab semua tanaman diatas lahan itu, kembali di remajakan setelah pertambangan batubara dilakukan,” jelas lowyer berdarah Minahasa yang sedang menanjak ini.(Vladimir)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*