Temuan Mayat Gegerkan Warga Desa Watutumow

Spread the love
  • 50
    Shares

RS. Bhayangkara dalam hasil outopsi luar memastikan korban meninggal karena sakit

MINUT, IdentitasPrime –  Masyarakat Desa Watutumou , Jaga XI , Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara gempar oleh pnemukan mayat seorang Lelaki bernama NOLDY SIRAP , (42) Tani, dirumahnya, Rabu 14 November 2018 sekitar pukul 22.45 Wita.

Sesuai keterangan Rudi Kolondam (58), warga Perum Risky Blok I No.107 , Kecamatan Kalawat, sekitar pukul 20.30 Wita saat saksi datang kerumah korban bermaksud akan memanggil korban untuk makan di rumah saksi, setiba di rumah korban, pintu rumah dalam keadaan terkunci dan lampu rumah dalam keadaan menyala.
“Di jarak 3 meter dari luar rumah, saya lihat korban dalam posisi duduk kepala berada diatas meja, sudah tidak bergerak, dan saya langsung memberitahukan peristiwa itu kepada perangkat desa dan masyarakat setempat,” bebernya.
Ditambahkan Kolondam, sebelumnya korban pada hari Selasa sekitar jam 18.00 Wita, usai membersihkan selokan, korban sempat berbincang dengan saksi kemudian korban pamitan untuk pulang kerumahnya.

Sementara saksi lainnya, Senduk Sirap (45) warga Desa Koltem, kecatamatan yang sama, menerangkan bahwa saksi (kakak kandung korban) mendengar informasi dari masyarakat setempat bahwa adiknya meninggal dunia di rumahnya, langsung menuju kerumah korban dan melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi duduk di kursi plastik dan kepala korban tertelengkup di meja. “Adik saya sebelumnya tidak pernah mengeluh sakit kepada saya maupun keluarga, makanya saya sangat kaget,” tuturnya sedih..
Dalam waktu singkat, aparat Polsek dan Babinsa Airmadidi langsung mengambil tindakan dengan mendatangi TKP, mengambil dokumentasi, pulbaket, permintaan VER Mayat ke RS. Bhayangkara, membuat Berita Acara Penolakan autopsi berdasarkan Surat pernyataan dari keluarga menolak utk diadakan autopsi.
Untuk saat ini motif kematian korban berdasarkan keterangan RS Bhayangkara adalah Kuat dugaan korban menderita penyakit lambung/Maag berat.
Dr. Angel Goni dokter RS. Bhayangkara dalam hasil outopsi luar menguraikan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak terdapat adanya tanda tanda kekerasan.
“Kuat dugaan korban BAB berdarah berdasarkan diagnosa, karena obat-obat yang ditemukan di rumah korban adalah obat anti nyeri dan cap tikus,” jelas Goni.(Jacky)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*