Terkait Adanya Dualisme Bumdes Kokoleh II, Nayoan Tegaskan, Hukumtua Tidak Boleh Ikut Campur

Spread the love

Nayoan: “Tidak boleh, karna menyalahi aturan. Saya juga baru tau kalau di Desa Kokoleh II ada Dua BumDes. Jika memang benar akan berurusan dengan Aparat Penegak Hukum”

MINUT, IdentitasPrime – Bobby Najoan SH selaku Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Minahasa Utara (Kadis Dinsos-PMD Minut) terkesiap mengetahui bahwa di Desa Kokoleh II Kecamatan Likupang Selatan BumDes-nya ada dua (2) kubu.

“Tidak boleh, karna menyalahi aturan. Saya juga baru tau kalau di Desa Kokoleh II ada Dua BumDes. Jika memang benar akan berurusan dengan Aparat Penegak Hukum,” tukas Bobby sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Lanjut mantan Kabag Hukum Pemkab Minut ini, banyak pengelolaan Bumdes yang bermasalah. Dari 125 desa yang ada, hanya 50 persen saja yang ada BumDes.

“Akan tetapi, dari 50 persen itu jugsa, hanya 10 persen saja yang pengelolaan BumDes-nya baik. Karna kebanyakan sekarang BumDes dialihkan ke operasional bukan lagi mengembangkan usaha BumDes,” ungkap Bobby.

Terkait keterlibatan Hukum Tua dalam pengelolaan BumDes, ia memastikan yang mana itu sudah menyalahi mekanisme.

“Hukum Tua tidak boleh ikut campur dalam pengelolaan BUMDes, dia hanya mengontrol agar BUMDes tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, timpal Bobby, pihaknya akan segera bentuk tim dan turun lakukan pemeriksaan.

“Ya, kami segera membentuk tim untuk turun langsung ke lapangan dalam rangka memeriksa sejauh mana perkembangan pengelolaan BumDes terutama di Desa Kokoleh Dua,” pungkas Nayoan.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*