Tokoh Masyarakat Tagih Janji Kapolda Tutup Tambang Ilegal Potolo

Spread the love

IdentitasPrime – Bolmong – Pertama bertugas di Sulawesi Utara, Kepala Kepolisian Daerah Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM, pernah mengatakan, bahwa dia akan menertibkan tambang-tambang ilegal dibeberapa lokasi di Sulawesi Utara.

Hal tersebut, menjadi tanda tanya dari tokoh masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kotamobagu.

Salah satunya, Wahyudin tokoh masyarakat setempat, meminta Kapolda Sulut membuktikan janjinya untuk mendatangi lokasi tambang Ilegal di Sulawesi Utara, seperti di Kabupaten Mitra, Boltim dan terutama di Kabupaten Bolmong dan Kotamobagu yaitu tambang Potolo.

“Telah memakan banyak korban, apa lagi tambang tersebut masih terus bermasalah,” katanya.

Dia yakin bapak Kapolda akan ke Potolo untuk melihat langsung kondisi tambang disana.

“Diduga kuat, tambang Potolo itu dikuasai oleh sejumlah pemilik modal yang disebut-sebut masyarakat setempat istilah 9 Naga,” ujar Wahyudin kepada awak media, Rabu (4/3/2020) tadi.

Selain Wahyudin, anggota DPRD setempat Mokoginta juga meminta Kapolda Sulut yang juga putra daerah, segera turun ke lokasi tambang Potolo.

“Karena tambang tersebut sudah sering meresahkan masyarakat, sering terjadi konflik, sehingga sudah menelan sejumlah korban jiwa,” katanya.

Lanjutnya, di lokasi tambang Potolo, sudah banyak yang meninggal.

“Karena itu, Kapolda sebaiknya turun ke lokasi melihat kondisi setempat,” harap Mokoginta.

Sebelumnya Kapolda Sulut dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa kegiatan yang ilegal-ilegal tidak boleh beroperasi, apa lagi jika ada anggota polisi yang melakukan back up karena hal itu melanggar hukum.

Kapolda pernah menegaskan, tidak boleh ada anggota polri back up yang ilegal-ilegal apa lagi tambang, karena saya sudah mendapat informasi tersebut.

Mantan Kapolda Maluku dan Kakorlantas itu mengatakan, kegiatan pertambangan bisa merusak lingkungan, jika tidak di kelolah dengan aturan yang baku, karena itu Kapolda melarang anggotanya yang back up tambang ilegal.

“Saya menganjurkan agar pemerintah daerah menfasilitasi tambang masyarakat terutama yang peti, agar bisa menjadi sumber pendapatan pemerintah dan perekonomian masyarakat setempat bisa meningkat” tandas Kapolda.

Semetara itu dari data yang diterima awak media ini, pengusaha yang menjalankan kegiatan pertambangan di Desa Tanoyan Potolo yaitu konsorsium, dan hingga kini ada 8 unit alat berat atau ekskavator yang masih beroperasi di lokasi. (Red)

Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*