Tokoh Simpatisan Perwakilan Masyarakat Minut Gelar Tatap Muka Bersama FORJUBIR di RM Nyiur melambai

Spread the love

Nelwan: “Pertemuan ini Digelar Untuk Memicu Sinkronisasi Trias Politika, Tanpa Ada Kepentingan Sepihak”

MINUT, IdentitasPrime – Bertemat di RM Nyiur melambai, salah satu rumah makan di bilangan Ring-road, puluhan masyarakat Minahasa Utara (Minut), menggelar tatap muka dengan tujuan perduli, mengkritisi dan menggagas apa yang belum ada, dan belum dilakukan Eksekutif dan Legislatif Minut selama ini, Senin (22/7).

Tampak Howard Marius, Rolland Maringka, Audy Kalumata, Sevry Nelwan, Marlond Pangemanan, Donald Rumimpunu, David Lamia, Mark Luis Wantania dan beberapa tokoh muda lainnya, duduk bersantap dengan Wartawan Forum Jurnalis Biro Minahasa Utara (Forjubir-Minut), sambil membahas Minut untuk lima (5) tahun kedepan.

Howard Marius mengangkat tentang icon atau lambang kebesaran Kabupaten Minahasa Utara, sebab Minut punya sejarah.
“Intercange di tapal batas Kalawat dan Kelurahan Malendeng, Icon atau lambang Kabupaten Minahasa Utara, sampai detik ini belum jelas. Padahal kita semua tahu bahwa Icon merupakan jati diri kesukuan atau daerah. Jadi, untuk para Legislatif yang baru nanti, harus sinkron dengan Eksekutif menggalang Perda Adat dan Budaya,” katanya.

Tentang amanat Gubernur Sulut terkait CSR dan MoU antara rakyat, pemerintah, dengan perusahaan-perusahaan terkait, agar jangan ada pihak yang dirugikan. “Sampai saat ini perusahaan-perusahaan di Minut diduga kuat masih memakai tenaga kerja dari luar Minut. Begitu pula bagi hasil, itu harus transparan dan tepat guna, tidak dimanfaatkan pihak tertentu, sementara yang berhak dapat bagian, malah tak pernah menerimanya,” tukas Sevry Nelwan.

Sedangkan Rolland Maringka masuk pada Aset seperti Penyertaan Modal yang harus jelas, termasuk Dana Bantuan untuk KONI, nasib para atlet Minut kedepan, serta Transparansi Anggaran Perjalanan Dinas Eksekutif dan Legislatif yang terkesan berlebihan namun hasil minim.
“Aset-aset bergerak yang atas nama PDAM, namun jadi milik pribadi. Belum lagi aset tidak bergerak berupa tanah yang dihibahkan yang sudah di konversi, belum ditindaklanjuti, padahal itu sangat krusial. Dewan juga harus berperan dalam penghapusan aset. Negara sebesar Amerika saja punya teks amnesti,” beber Rolland Maringka mantan dewan Pengawas PDAM Minut.

Dilain sumber, Donald Rumimpunu menganjurkan tentang pengawasan, transparansi KEK Ekowisata di wilayah Likupang. “Ini harus dimatangkan sebab merupakan suatu kebanggaan, dimana Presiden RI sendiri turun langsung mengecek area terkait. Walau regulasinya pemerintah, namun dana seperti Ganti Keuntungan Pembebasan Jalan, bukan dari investor, tapi akan ada DAK. Itu yang harus dimaksimalkan,” ujarnya dan di amini David Lamia.

Percepatan pembentukan kecamatan Likupang Kepulauan yang sampai saat ini, serta sinkronisasi Trias Politika untuk membangun daerah, antara Eksekutif, Legislatif dan Yodikatif, harus jelas.
“Ini harus disikapi serius dan diselesaikan, mengingat kebutuhan masyarakat kepulauan dari waktu kewaktu, tak dapat ditunda-tunda lagi,” kata Mark Wantania.

Di akhir pembahasan, Audy Kalumata dan Marlond Pangemanan menyampaikan, untuk para Anggota Legislatif yang baru kedepan nantinya, ditantang harus mampu menciptakan dan menegaskan serta menjadi motorik terhadap lima item diatas.
“Eksekutif, Legislatif dan Yodikatif (Trias Politika), kami berharap semua item diatas sesegera mungkin dituntaskan, agar seluruh masyarakat Minut dan pemerintah dapat menikmati setiap usaha serta terobosan bersama menuju masyarakat adil dan makmur. Selain himbauan dan harapan tersebut, kami juga akan mengawasi dan mengawal semuanya agar tidak hanya menjadi wacana semata,” ajak Kalumata dan di l iyakan Marlond Pangemanan.

Ke-lima (5) item diatas masing-masing adalah;

1. Status Interchange dan Ikon/lambang Minut
2. Sistem CSR dan MoU antara rakyat, pemerintah, dengan perusahaan
3. Aset bergerak/tidak serta Penyertaan Modal dan nasib para Atlet Minu
4. Pengawasan, transparansi tentang KEK Ekowisata nantinya
5. Percepatan pembentukan kecamatan Likupang Kepulauan. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*