Uhuyyy, Kendis Diduga Milik Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu Terciduk di Warung Remang-remang

Spread the love
  • 105
    Shares

KOTAMOBAGU, IdentitasPrime –  Kendaraan dinas (Kendis) yang semestinya  digunakan untuk aktifitas kantor dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi  yang tidak ada hubungan dengan aktifitas kantor.
Namun sangat disayangkan kendaraan dinas jenis motor Yamaha Jupiter MX nomor polisi DB 2176 K, belakangan diketahui milik Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu.
Informasi seperti yang telah dimuat pada salah satu media online bahwa sepeda motor ini masih terparkir di depan Cafe Clasik Discotique pada Sabtu (17 / 11/ 2018) sekitar pukul 02:36 WITA. dan yang menggunakannya masih berada di dalam Cafe remang – remang tersebut.

“Motor ini masuk saat tengah malam,” ungkap saksi mata yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Sementara Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang Aset Kota Kotamobagu Sugiarto Yunus, membenarkan Kendis tersebut milik dari Pemkot Kotamobagu, sehingga pihaknya akan memanggil penggunanya untuk diperiksa.
Sementara  pada Rabu (21/11/ 2018) Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu Muljadi Suratinoyo kepada media online identitasprime.com membenarkan bahwa Kendaraan Dinas (Kendis) jenis motor Yamaha Jipiter MX nomor polisi 2176 K adalah milik Pemkot Kotamobagu yang digunakan di instansi yang dia pimpin.
“Saya telah memanggil staf saya yang menggunakan kendaraan tersebut,” tuturnya.
Informasi yang didapat dari staf Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu bahwa kendaraan dinas tersebut hanya ada yang pinjam, namun stafnya tersebut tidak tahu kalau kendaraan tersebut berada di Cafe remang – remang.
Selaku pimpinan di SKPD yang dia pimpin, Mulyadi telah menyampaikan dengan tegas kepada stafnya. “Saya tegaskan untuk memberikan sanksi apabila kejadian tersebut terulang lagi karena kendaraan dinas tidak boleh disalah gunakan,” tutup Muljadi Suratinoyo.(Feky Sajow)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*