Unras Damai Dikawal Polres Bitung, Pewaris Keluarga Sompotan Beri Waktu 1X24 Jam PN Eksekusi Pertamina 

Spread the love

Gumolung: “Kami beri deadline waktu sampai besok Jumat (6/4) sore”

Kapolres sebut, kesadaran masyarakat Kota Bitung sudah tinggi

Bitung, IdentitasPrime – Sekitar 250 warga Kota Bitung yang menyatakan diri sebagai turunan dari Dotu Simon Tudus dalam rumpun besar Keluarga Sompotan, menggelar unjuk rasa (unras) damai di Pengadilan Negeri Bitung, Kamis (5/4), pukul 10.30 Wita.

Keluarga Sompotan yang didampingi Tiga (3) kuasa hukum-nya masing-masing, Drs. Welky A Sompie SH Ak, Haris Minto Gumolung SH, Yohannis Porajow SH, melakukan orasi.

Menurut Wakil Ketua PN Bitung, M. A. S Usup SH. MH yang juga menjabat PLT Ketua PN Bitung, pihaknya siap menerima kedua belah pihak untuk mendengarkan apa tuntutan dan jawabam dari kedua belah pihak.

“Kami beri ruangan untuk kedua belah pihak, namun hanya wakilnya saja, mengingat ruangan sempit dan pembahasan besar kemungkinan belum bisa selesai saat ini,” katanya seraya mengajak kedua belah pihak masuk ke Ruang Rapat Tertutup PN Bitung.
Oleh PN Bitung, 5 wakil Keluarga Sompotan dipersilahkan mengajukan tuntutannya.
Salah satu cucu Sompotan bernama Yance Warouw mendesak PN Bitung untuk segera mengeksekusi dengan mengeluarkan Pertamina darinlahan tersebut.
“Sudah cukup. Dihitung sejak tahun 2008 silam sampai hari ini, berarti sudah 10 tahun lebih kami menunggu eksekusi sesuai putusan PN Bitung? tapi tak kunjung jadi. Sejak saya masih remaja, kami sudah mengawal pengurusan ini, sampai saat ini saya sudah berusia 68 tahun, ternyata tidak ada penyelesaian,” saya minta Pertamina keluar dari lahan kami sekarang juga.

Karena kedua belah pihak sudah ada disini, maka oleh PN Bitung pihak Pertamina tak perlu lagi mengajukan pendapat. “Semua sudah jelas, tinggal kita menunggu tindakan selanjutnya, aapakah ada kesepakatan damai, atau sudah sampai pada keputusan bersama. Bagi kami (Pengadilan Negeri) lebih sulit mengambil keputusan daripada eksekusi,” ujar Plt Ketua PN Bitung, M. A. S Usup SH. MH.

Secara pasti, lanjut Usup, PN Bitubg tetap akan lakukan apa saja hasil keputusan akhir dari kedua belah pihak. “Tapi ada tahapan musyawarah seperti memediasi untuk kesepakatan (lebih mengarah kepada kemanusiaan),” pungkasnya.
Pihak Keluarga Sompotan dan Pertamina diberi kesempatan bernegosiasi sejenak, dan setelah kesimpulan awal keluarga tetap bersikukuh untuk eksekusi, akhirnya pihak Pertamina diberi batas waktu 1X24 jam untuk memberi jawaban pasti.

“Kami beri deadline waktu sampai besok Jumat (6/4) sore, sudah ada kepastian dari Pertamina. Kami hanya bisa menjadi pendamping secara hukum. Diluar itu, kami tidak mungkin bisa menjamin apakah keluarga akan menunggu secara hukum,” tegas 3 kuasa hukum Sompotan, Drs. Welky A Sompie SH Ak, Haris Minto Gumolung SH, Yohannis Porajow SH.

Sedangkan Adi sebagai wakil dari Pertamina wilayah Makasar, kembali memberi jawaban klasik yang mana pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa terutama dalam mengambil keputusan.
“Kami tidak bisa mengambil keputusan, kami hargai itikad baik dari pihak keluarga yang memberi kesempatan kepada kami sampai besok hari, untuk menghubungi pimpinan diMakasar,” katanya.

Tahapan mediasi yang digelar PN Bitung berhasil dan berjalan lancar, dikawal oleh Polres Bitung dan Polsek Maesa.
Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting yang turun langsung memantau di Pengadilan Negeri Bitung, dikawal Kapolsek Bitung, Kompol H Moh Kamidin dan kurang lebih seratus personel Polisi membenarkan kalau proses unras damai dan orasi berisi 6 tuntutan Keluarga Sompotan, berjalan lancar dan aman.
“Itu semua bukan hanya karena kesigapan dan power polisi dalam mengawal unras damai itu. Namun semua tak lepas dari kesadaran hukum masyarakat Kota Bitung yang sudah tinggi sehingga tidak berbuat hal-hal yang merugilan semua pihak,” kata Ginting singkat namun padat.(Marleyna/Noval Uber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*