Wah, Realisasi 100jt Dana Bumdes di Desa Pinenek Diduga, Raib Tanpa Hasil

Spread the love

JPKP: “Apapun cara yang akan dilakukan, yang pasti dana itu harus dipertanggungjawabkan. Dan kami akan mengawal itu”

MINUT, IdentasPrime – Usaha bersama milik Desa Pinenek diduga kuat dana nya raib entah kemana.
Dari penhakuan Ketua BUMDES bahwa usaha mereka gagal akibat tidak adanya kekompakan antara pengurus.

Ketua BUMDES Grace Makausi menjelaskan bahwa usaha mereka berawal dari bulan Juni dengan usaha gedung olahraga dan penjualan sembako, dengan modal 100jt.

“Dalam usaha sembako ini pertama, aman-aman saja dan berjalan lancar tapi di akhir bulan Desember usaha ini mulai menurun,” tutur ketua BUMDES beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, strutural kelompok Bumdes desa Pinenek adalah sebagai berikuat;
Ketua : Grace Makausi
Sekretaris : Rane Uwuh
Bendahara : Olvie Sumampouw

Menurut Grace, ia tidak tau kenapa sampai hal ini terjadi karena dalam menjaga usaha ini dia mempercayakan semua kepada sekretaris BUMDES, Rane Uwuh.

“Dalam membuat laporan ketua dan sekretaris tidak lagi sejalan karena laporan sudah banyak selisih. Kemudian digelar rapat untuk menyelesaikan semua permasalahan ini, dan sudah di buat perjanjian untuk mengganti semua selisih yang ada,” urai Grace.

Sedangkan Hanny Koloway Desa Pinenek menjelaskan, bahwa dia sebagai pengontrol dalam usaha ini sudah memanggil pengurus BUMDES untuk mempertanggung jawabkan kerja mereka dalam mengolah dana tersebut.

“Saya berharap mereka dapat secepatnya menyelesaikan laporan pertanggungjawaban mereka. Saya berharap pengurus dapat mempertanggung jawabkan semua yang menjadi tanggung jawab mereka,” ujar Koloway ramah.
Lebih jauh dikatakan Kumtua, BUMDES Pinenek, ada 350jt dan baru di berikan ke pengurus 100jt dan 250jt ada di rekening dana desa.
“Jika mereka sudah menyelesaikan laporan mereka dan mempertanggungjawabkan dana 100jt, maka 250 akan di berikan kepada mereka untuk mereka kelola kembali,” pungkas Makausi.

Dilain pihak, Semmi Tuege Ketua Jaringan Pendamping Kebijakkan Pembangunan Minahasa Utara (JPKP Minut) menghimbau agar dana 100jt itu secepatnya sudah dapat di pertanggungjawabkan.

“Apapun cara yang akan dilakukan, yang pasti dana itu harus dipertanggungjawabkan. Dan kami akan mengawal itu,” warningnya.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*