Wah, Warga Kembali Laporkan Kinerja Kumtua Werot Terkait 100 Juta Dana Gapoktan 2018

Spread the love
  • 99
    Shares

Danny: “Demi keadilan, kami minta Bupati Minahasa Utara, Ibu Vonnie Anekke Panambunan hentikan dahulu pencairan Dana Desa Triwulan berikutnya”

Frengky “Kami bukan cari kesalahan kumtua, tapi kami ingin semua yang terbaik bagi desa kami”

MINUT, IdentitasPrime – Desa werot adalah salah satu desa yang termasuk dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Likupang Selatan Kabuoaten Minahasa Utara.
Desa ini termasuk satu dari sekian desa di Minut yang tergolong makmur dari sektor perkebunan, peternakan dan pertanian.
Namun semenjak pelantikan Hukumtua Terpilih, Fanly Walandow, masyarakat sudah memperlihatkan antipati-nya terhadap kumtua ini.
Alhasil, ketika akan dilantik beberapa tahun silam di aula Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, aparat Polres Minut dan Satpol PP terpaksa mwngambil tindakan tegas membubarkan ratusan warga yang menolak pelantikan hukumtua tersebut.

Tahun 2017 silam, media di Biro Minahasa Utara ramai memberitakan tentang keluhan masyarakat Desa Werot atas dugaan penyalahgunaan kewenangan hukumtua terkait pembangunan sejumlah infrastruktur seperti drainase, gedung TK Paud, dan rabat beton.

Setahun kemudian, kembali warga meradang meminta BPMPD dan Inspektorat, bahkan aparat hukum melakukan investigasi terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa di desa dan hukumtua yang sama.
Namun semua itu seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Pasalnya jeritan warga seakan hilang tertelan bumi dan ditiup angin saja.
“Ada apa dengan semua ini, untuk tahun 2019 ini, kami kambali dengan keluhan dan laporan yang sama, terlapor yang sama, namun data dan informasi lama ada ketambahan yang baru lagi,” kata dua mantan perangkat Desa Werot, Pak Frengky Manua dan Pak Danny Ticoalu Selasa (12/03).

Kalau dua tahun terakhir, warga masyarakat Desa Werot berduyun-duyun melaporkan kinerja kumtua karena banyak faktor, namun untuk kali ini, mereka sulit mentolerir lagi sepak terjang hukumtua terkait beberapa dugaan penyimpangan dalam penyaluran Dana Desa Werot.

“Demi keadilan, kami minta Bupati Minahasa Utara, Ibu Vonnie Anekke Panambunan hentikan dahulu pencairan Dana Desa Triwulan berikutnya, sebelum Kumtua mempertanggungjawabkan ADD 2017 dan 2018, ” ujar Danny Ticoalu yang telah melanyangkan surat ke Buoati Minahasa Utara, Senin (11/3) kemarin

Sementara Frengky Manua, mengaku kaget kalau di tahun 2018, ada Anggaran Gapoktan, namun tidak terealisasi sampai hari ini.
“Kami bukan cari kesalahan kumtua, tapi kami ingin semua yang terbaik bagi desa kami. Saya saja Ketua Gapoktan Desa Werot tidak tahu kalau ada dana Rp.100. 000.000 untuk Pelatihan Kelompok Tani dan Nelayan Tahun 2018. Nyatanya sampai detik ini kegiatan itu tidak ada. Kami juga sudah melapor ke Polres Minut seminggu yang lalu, tinggal menunggu bagaimana kinerja Polres atas laporan itu,” tandas Frengky.
Dilain pihak, TUP Buoati Minahasa Utara membenarkan yang mana merekantelah menerima surat permohonan dari masyarakat Desa Werot yang ditujukan untuk Bupati Minahasa Utara, Vonnie Aneke Panambunan,” iya kami sudah menerima surat itu kemari Hari Senin tanggal 11 Maret 2019,” kata salah satu staf TUP Bupati yang minta namanya tidak disebutkan.

Sementara, Hukumtua Desa Werot, Fanly Walandow ketika dikonfiemasi hal itu oleh Pimpinan Umum media ini, terkesan tidak mengindahkan kontak telepon maupun shoot massages service (sms), sampai berita ini terbit. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*