Waspadai Bahayanya KARHUTLA, Danramil dan Camat Liktim Gelar Pertemuan

Spread the love

Danramil dan Camat Liktim Sepakat Akan Tindak Tegas Pelaku KARHUTLA

MINUT – Gonjang-ganjing masalah pembakaran hutan di wilayah hukum Kecamatan Likupang Timur, dua dari Tripika (Camat dan Danramil Likupang Timur pun menggelar pertemuan.

Dari data yang dirangkum kedua pihak, inilah desa-desa yang rentan dengan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla):

foto ilustrasi hutan terbakar 1

1. Pulisan
2. Marinsow
3. Winuri
4. Kalinaun
5. Maen
6. Wineru
7. Likupang satu

“KARHUTLA yang kerap terjadi di desa-desa tersebut, kebanyakkan karena unsur kesengajaan tanpa perhitungan. Contohnya, saat warga membuka lahan baru atau membakar rumput tanpa dijaga, kemudian mereka pulang,” tutur Camat Likupang Vandy S Posumah S.STP.

foto ilustrasi hutan terbakar 2

Untuk menangkal dan mengantisipasi kejadian-kejadian seperti itu, mengingat kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) yang jauh, Danramil Likupang, Kapten Inf Sunaryo menghimbau masyarakat sadar dengan tidak melakukan pembakaran hutan.
“Bukan berhenti membakar rumput atau sampah di perkebunan atau tepi hutan, tapi sebaiknya setiap kita membakar hutan, sebaiknya dijaga. Kalau hendak pulang, baiknya api atau bara pada siaa bakaran, dipadamkan saja seperti menggunakan air atau pasir/tanah. Sebab KARHUTLA itu hanya merugikan kita semua,” tutur Danramil Kikupang yang baru.

Lanjut dikatakan Camat Likupang Timur, Vandy S Posumah S.STP,
kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran sangat di harapkan agar supaya tidak ada pihak-pihak yang di rugikan seperti yang sudah-sudah.

“Awalnya kami sudah memberi pemahaman dan himbauan. Tapi jika terjadi lagi dan pada hasil penyelidikkan aparat, dan terbukti ada oknum-oknum yang sengaja membakar lahan, kami tak segan-segan untuk meminta pihak berwajib untuk memproses hukum permasalahan ini, agar supaya ada efek jera, dan tidak terjadi lagi hal-hal semacam ini,” tandas Posumah santun namun tegas.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*