(1). DIDUGA TIMSUS CARI GAMPANG, BUSER SALAH TANGKAP, UANG GAJI BURUH RAIB, KELUARGA MELAPOR KE PROVOST POLRES BITUNG

Spread the love
  • 3
    Shares

Imbas Kasus Perampokan Indomaret Bahu, Fandi Dijemput 3 Buser Bitung, Dipaksa Mengaku Sebagai Pelaku Perampokan

BITUNG, IdentitasPrime – Profesionalisme kinerja aparat Polri kembali dipertanyakan terkait pengakuan Fandi Mamuli (25) warga Lingkungan V, Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa Bitung yang diduga mendapat perlakuan kasar oleh aparat polisi non seragam.

Awalnya, usai terima gaji dari majikannya, Fandi dijemput paksa beberapa anggota polisi Reserse yang sangat dikenalnya yaitu Polisi T, H dan AK, Rabu (7/11), sekira pukul 00.00 wita.
“Setelah saya serahkan kunci motor ke Bos, gaji saya diberikan, tiba-tiba saya dipeluk salah satu komandan sambil mengajak saya ikut mereka masuk ke mobil, kearah Pasar Cita. Tangan saya diputar kebelakang dan disuruh masuk ke mobil. Disitu Pak T menanyai saya sambil memperlihatkan video perampokan di Bahu,” tutur Fandi.

Dirinya di interogasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang memaksa agar mengakui apa yang ditanyai ddwngan dugaan rindak kekerasan.

Berpindah kedepan Alfa Maret Aertembaga, menurut dia diserehkan kepada tim yang lain lalu matanya ditutup, tangan diikat lakban. “Saya ditanya dengan kasar, dipukul tanpa bisa melihat apa-apa, danntak bisa melihat,” beber Fandi.

Lanjut dikatakan Fandi, tim yang diduga Timsus mengaku akan bawa dia ke Polda, anehnya Fandi hanya dibawa ke Ring-road saja, sampai lakban ditangannya dilepas, berikut lakban di mulutnya.

Isterinkorban dan resep

“Mereka bilang, semoga korban di rumah sakit tidak kenal saya. Dan mereka bilang sudah menemukan tersangka perampok Alfamart, lakban dimata saya dibuka dan saya lihat itu sudah pagi,” urai Fandi.
Di salah satu perumahan, kenang Fandi, ia dibawa kerumah salah satu polisi yang tak dikenalnya. “Dirumah mereka sudah tidak kasar pada saya. Mereka memberi saya rokok, permen dan aqua, kemudian menyuruh tidur dalam mobil, menunggu jemputan polisi dari Bitung. Siang harinya saya dijemput Pak polisi Angky Koagow, dibawa Bitung, tapi diturunkan didepan Phoenix dekat Depot Pertemina di Kelurahan Bitung Barat, jauh dari rumah saya,” pungkas Fandi sambil menambahkan yang mana uang gajinya sudah tidak ada.”Uang saya di saku sebesar Rp. 600.000 sudah tak tahu dimana”.
Menerima kepulangan suaminya yang diketahuinya semalam ditangkap polisi, Liana Joly (22) sang isteri merasa sangat sedih. Dan setelah Fandi menceritakan kejadian yang menimpanya, Liana Joli (22), sangat terpukul.
“Sebagai isteri saya tidak terima suami saya diperlakukan seperti binatang. Orang salah saja, belum tentu boleh dipukul, apalagi suami saya tidak berbuat, malah diculik, dianiaya, dan gaji hilang, setelah tahu salah tangkap orang, bukannya diantar kerumah, dia malah dia dilepas di depan Phoenix. Saya akan menempuh jalur hukum,” seru wanita beranak dua itu.(Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*