LSM BADAI Dan Ormas Gabungan, Gelar Demo Di BPJN XI Sulut-Go

Spread the love

MINUT, IdentitasPrime – Gabungan LSM/Ormas Adat Sulawesi Utara, mengendarai beberapa mobil dan sepeda motor, menggelar unjuk rasa damai (unrasdam) ke Balai Pemeliharaan Jalan Nasional (BPJN) XV Sulut-Go di Desa Suwaan Kecamatan Kalawat, Jumat (11/8), pukul 11. 00 wita.

Ormas adat dan LSM itu berbaur dibawah panji LSM BADAI (Barisan Garuda Indonesia), dengan kekuatan massa sekitar 60 orang, dipimpin Frangky Barents (Ketua Umum) Novita Angkouw (Sekjen DPD), Noldy Lila (Ketua Minahasa Induk), Carlo Pesik (Minahasa), Ronald Rukus (Tonaas Pisok) Korlap Yoppy Wawo (Ketua DPD BADAI Prop Sulut) dan Toar  Walukouw (Ketua Ormas BADAI) Minut.

Adapun tuntutan pihak pengunras yaitu Masalah ganti rugi lahan pada proyek pelebaran jalan Kema – Rumbia telah merubah Trase sepihak oleh pihak BPJN sehingga lahan yang akan diganti rugi menjadi batal.
Menriknya, pelaksana Proyek sudah memasang patok, sehingga masyarakat tak bisa lagi menggarap, padahal tidak ada ganti rugi di Desa (Lembean ada 4 bidang, Kelurahan Airmadidi Bawah 1 bidang).

Inilah nama-nama pemilik bidang tanah yang belum mendapat ganti rugi, Chandra Lristianson, Ronny Sonny Kowuh, Jantje Wantah Karamoy? Norbetha A. Pasehi, Reyaddus Y. Terey Simoms.
Adanya penelantaran situs-situs milik adat budaya Minahasa tanpa kompensasi dari pihak  Kontraktor dan BPJN XV.

Kapolres Monut melalui Kabag Ops Polres Minut, Kompol Farly Rewur meminta hanya beberapa anggota  perwakilan pengunras saja yang masuk dalam ruang rapat Kasatker Wilayah Satu.
“Mengingat ruang pertemuan hanya terbatas, maka BPJN XV hanya bisa menerima sekitar 7 delegasi saja. Saudara yang lain boleh menunggu diluar saja,” kata Rewur santun.

Setelah disepakati, ke-7 wakil LSM BADAI-pun masuk ke ruang rapat, dan disambut Kusnaedi (Kabag Tata Usaha BPJN XV), Robby Waani (Kasie Pengujian Pembangunan BPJN XV), Ruddy Waani (Kasatker Wilayah I Balai Nasional Jalan XV), Polce  Mawey (PPK pembebasan Lahan).
Sedangkan dari pihak pengunras, hadir Frangky Barens (Ketua Umum Ormas BADAI), Novita Angkouw (Sekjen DPD BADAI Minut), Noldy Lila (Ketua BADAI Minahasa Induk), Carlo Pesik (Sekretaris Ormas BADAI Kab Minahasa), Ronald Rukus (Tonaas Pisok), dan dari Polres Minut, oleh
Kabagops Polres Minut Kompol Farly Rewur.
“Pak Kabalai BPjN XV memohon maaf karena sedang rapat di Kementrian PU. BPJN sangat menerima dan berterima kasih atas kehadiran saudara membawa tuntutan masyarakat. Tapi sebenarnya, tuntutan ini dilayangkan ke pihak Gubernur dan Dinas PU Propinsi serta Bupati Minut. Kenapa, soalnya BPJN XV hanya pelaksana teknis saja,” jelas pejabat asal Bandung Jawa Barat itu.

Namun demikian, lanjut Kusnaedi, BPJN XV tetap menjelaskan mekanisme pembebasan lahan pada proyek jalan tol :
A. Dasar pelaksanaan
1.UU No 2 Thn 2012 Tentang pengdaan lahan utk kepentingan umun
2. Perpu No 71 Thn 2012 tentang teknis pelaksanaan
3. Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No 5 Thn 2012. Tentang Agraria dan Pertanahan
B. Teknis pelaksanaan meliputi :
1). Perencanaan, Study Kelayakan Amdal, RT/RW, DED (Detai Enginering Desain). Persiapan (penetapan Lokasi olh Gubernur Setempat), Pelaksanaan (P2T) oleh BPN, Penyerahan hasil  (Konstruksi).

Dalam pelaksanaan di lapangan tentang penetapan Trase Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol Manado Bitung) BPJN XV juga mempertimbangkan berbagai aspek termasuk Kearifan Lokal sehingga terkadang terjadi perubahan jalur dan memang hal ini kadang menimbulkan kekecewaan bagi pemilik tanah yang telah berharap tanahnya akan diganti rugi tetapi tak jadi, bahkan juga ada yg masyarakat tidak mau sama sekali tanahnya di jual.

Puncaknya, kedua belah pihak menapai kesepakatan bahwa apa yg menjadi tuntutan masyarakat  harusnya ke pihak Gubernur Prop Sulut,Dinas PU krn BPJN hanya sebagai pelaksana Propinsi dan Bupati Minut.
“Kami dapat aahkan agar menyurat ke Gubernur dan Dinas PU Provinsi Sulut. Kami akan melakukannya, demi kepentingan rakyat,” tutup Ketua Umum LSM BADAI, Franky Barents SE.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*