11 M Lebih Aggaran Rehabilistasi Jalan Kuwil Kaleosan Sampiri 2018 Dipertanyakan Warga

Spread the love
  • 25
    Shares

Dengah: “Dua mata anggaran proyek jalan itu dibatalkan Pemkab Minut”

Mantiri: ” “Semoga pembatalan itu bukan sebuah kekeliruan, agar masyarakat tidak menduga …”

MINUT, IdentitasPrime – Euforia masyarakat Desa Kuwil, Kaleosan, Sampiri yang merupakan 3 desa di Kecamatan Kalawat dan Kecamatan Airmadidi terkait sudah turunnya anggaran proyek rehabilistasi jalan Kabupaten Minut diwilayahnya, tiba-tiba menuai aneka pertanyaan.
Pasalnya, beberapa bulan lalu, warga mendapati informasi yang mana dana peningkatan mutu jalan lingkar untuk tiga (3) desa di dua kecamatan sebesar 6 miliar lebih dan 5 miliar lebih (total 11 miliar lebih), sudah heboh dibicarakan, bahkan sudah ada perusahan pemenang tendernya namun tiba-tiba diurungkan.

Berty Dengah salah satu kontraktor pemenang pekerjaan proyek itu membenarkan bahwa proyek itu sudah jelas dan pihaknya adalah pemenang tender tersebut.
“Iya kami sudah memenangkan tender itu, tapi beberapa waktu lalu saya dapat kabar bahwa dua mata anggaran proyek jalan itu dibatalkan Pemkab Minut,” katanya.
Lanjut Dengah, pihaknya menempuh jalur hukum mengingat ada aturan tentang hak sanggah bagi perusahaan yang kemenangan tendernya dibatalkan.
“Membatalkan tender juga itu adalah kewenangan pemerintah, namun kami juga punya masa sanggah pada penetapan pertama karena ada sebab sehingga dibatalkan tentunya,” jelas Dengah.

Dilain pihak Welly Mantiri, Panglima Adat Milisi Waraney Sawangan Tonsea menyesalkan pembatalan itu.
Pasalnya masyarakat Sampiri dan sekitarnya (Desa Kaleosan dan Desa Kuwil red-) sudah nyaris terisolir karena jalan rusak parah sejak bencana alam 15 Januari 2014 silam.
“Kan sudah terlalu lama masyarakat 3 desa itu menderita dengan keadaan jalan seperti itu, kenapa sudah ada lalu dibatalkan,” sebutnya.
Dikatakan Mantiri, pihaknya sangat kecewa keputusan Pemkab Minut membatalkan proyek jalan tersebut.
“Ada apa dibalik semua ini sampai proyek sarana jalan tunggal milik masyarakat tiga desa itu dibatalkan, apakah pemerintah memang menganak-tirikan mereka,” semburnya sembari meminta Bupati bisa menjelaskan masalah pembatalan itu.
“Saya yakin Ibu Bupati Minut menyayangi masyarakat 3 desa itu, dan bila memang ada pembatalan, pasti ada solusi lebih baik dari Bupati,” pungkas Mantiri seraya berharap, semoga pembatalan itu bukan sebuah kekeliruan, “agar masyarakat tidak menduga yang bukan-bukan terhadap Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.” (Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*