125 Desa Balapan Habiskan 95 Miliar, Rinto Imbau Kejari Dan Polres Minut Pasang Mata

Spread the love

Gundo: “Para Kumtua Se-Minut, Jangan Lupa Himbauan KPK

Minut, IdentitasPrime – 125 Desa di Minut berpacu menghabiskan 95 miliar dana desa (Dandes) lewat APBN yang dikucurkan pemerintah pusat ke rekening desa.

Sebesar 60 % dana desa tahap I di Minut telah masuk ke rekening desa. Pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakatpun mulai dikerjakan para kumtua bersama tim pelaksana kerja. Ada yang baru dimulai ada yang sudah hampir selesai.

Hal ini membuat Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dr Ir Cakrawira Gundo MSi was-was. Ditemui di kantornya Selasa (8/8) Gundopun menghimbau agar seluruh Hukum Tua yang ada di 125 desa di 10 kecamatan kabupaten Minahasa Utara (Minut) agar berhati-hati dalam menggunakan dana desa. Penggunaan dandes oleh kumtua harus transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini sesuai dengan himbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diedarkan pada tahun lalu yang ditujukan langsung kepada seluruh kepala desa di Indonesia.

Adapun himbauan terkait pengelolaan dana desa ini adalah. Menghindari pengeluaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Memahami dengan baik dan menggunakan aplikasi Sistim Keuangan Desa (Siskeudes) yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Membuka ruang partisipasi aktif masyarakat dengan mengikutsertakan masyarakat dalam perencanaan dan pemanfaatan. Dan KPK bersama Kementrian Desa tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan penggunaan dandes.

Menurut Gundo, di Kabupaten Minahasa Utara seluruh desa telah mencairkan dana desa tahap I sebesar 60 persen. Tinggal menunggu laporan pertanggung jawaban sebagai syarat dicairkannya tahap II. “Besar anggaran yang turun di setiap desa bervariasi. Ditargetkan untuk tiap desa menyelesaikan pekerjaan sampai dengan akhir agustus ini agar nanti pada September bisa melakukan penyusunan RKPDes sehingga saat dandes tahap II sebesar 40% dicairkan pekerjaannya nanti bisa diselesaikan pada akhir desember,” imbau Gundo.

Ditambahkan, untuk tahap II ini setiap desa harus mengerjakan 4 program prioritas sesuai dengan anjuran Presiden RI. Empat program prioritas ini terdiri dari pembuatan embung (penampungan Air) desa, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), produk unggulan desa dan fasilitas olahraga. “Hal ini dimaksud agar dandes ini tidak terkonsentrasi ke pembangunan fisik tapi dapat dikelola untuk dijadikan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang bisa dipakai untuk kesejahteraan warga,” pungkas Gundo.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Endru Palandung yang mendampingi Gundo menyebutkan “Di Minut baru Desa Kahuku yang memiliki embung desa, sedangkan untuk Bumdes ada 99 desa yang sudah memilikinya. Embung desa ini berguna untuk menyimpan stok air di desa yang rawan kekeringan,” terang Palandung.

Ditambahkan Palandung, esok Rabu (9/8) (hari ini) para hukum tua akan diundang untuk mengikuti sosialisasi 4 program prioritas ini di Aula Bapeitbang yang akan disampaikan oleh Pejabat dari Kementrian Desa.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*