2 Paket Proyek TPA di Talaud Terancam Mubazir, Kontrol Instansi Terkait, Dipertanyakan

Spread the love

Diduga Rugikan Uang Negara Miliar Rupiah, Harga Miliaran, Hasil Miris

TALAUD, IdentitasPrime РProyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dengan pagu anggaran sekitar Rp. 4.900.500.000 (Empat Miliar Sembilan Ratus Juta Limaratus Ribu Rupiah) yang digarap oleh PT RIEMEY SEJAHTERA UTAMA Tahun Anggaran 2018, serta Poyek Optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kabupaten Kepulauan Talaud dengan nilai anggaran Rp. 4.469.000.000 (Empat Miliar Empatratus Enampuluh Sembilan Juta Rupiah) yang dikerjakan oleh PT. PERMATA ANUGERAH YALASMUDERA Tahun Anggaran 2018, diduga sarat penyimpangan dan beraroma korupsi di Kecamatan Melonguane Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dua paket proyek miliaran rupiah ini dibangun di lokasi yamg sama, yakni sekitar 7 (tujuh) kilometer dari Kecamatan Melonguane yang secara geografis merupakan Ibukota Kabupaten Talaud (Melonguane Selatan).
Selain lokasinya sedikit jauh (sekitar 7 km dari emukiman), area nya juga agak tersembunyi sehingga sulit dijangkau oleh wartawan dan LSM dan peluang melakulan dugaan lekeliruan pekerjaan, sangat berpotensi, sebut saja dari kualitas dan volume matrial, campuran matrial, pekerjaan proyek, ulah para pekerja, sampai finishing pekerjaan.

Masyarakat setempat, para aktivis/LSM dan tokoh-tokoh agama setempat, banyak yang tak tahu menahu keberadaan dan peruntukkan dibangunnya proyek senilai miliaran Rupiah ini.
“Sejak awal pekerjaan proyek itu banyak masyarakat bahkan pemerintah setempat tidak tahu-menahu, proyek apa, dan untuk apa sebab tidak ada sosialisasi maupun pemberitaan lewat media,” ujar warga yang minta namanya dirahasiakan.

Lanjutnya, dari awal pekerjaan saja, sudah tampak dugaan ketidak beresan dari banyak segi pekerjaan.
“Masak sih proyek raksasa begitu kami penduduk asli disini justeru banyak yang tidak mengetahuinya. Setelah kami melihat banyak material dan alat berat yang masuk ke lokasi yang saat ini menjadi lokasi TPA di Talaud, baru kami tahu bahwa ada pembangunan proyek di daerah kami,” ungkap sumber.

Melihat banyak potensi kecurangan bakal terjadi, masyarakat pun mulai pasang mata dan pasang telinga, mengaw pekerjaan itu. Hanya saja kwtika para pekerja mulai menggelar proyek itu, cukup banyak dugaan penyimpangan dilakukan.
Contohnya:
– Pembuatan vondasi diatas tanah
– Campuran material diduga satu-banyak
– Pemasangan paving block tak rata,
– Tngga beton diatas tanah tidak digali
– Jalan yang tidak selesai dibuat.

Jika di kalkulasi dan memakai orang teknik, uang negara sebesar itu di banding hasil pekerjaan, sangatlah boros.
“Modus memperkaya diri sendiri maupun berjemaah kelihatan sangatlah kental. Coba perhatikan proyek TPA itu. Sudah dinyatakan selesai, tapi tidak bisa digunakan. Apalagi beberapa item pekerjaan kami sebut belum selesai, mengingat waktu pekerjaan hanya sampai akhor tahun 2018 saja, kini sudah ditinggal, dibiarkan terbengkalai,” keluh sumber.
Warga berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rurun ke Bumi Porodisa, untuk lakukan penyelidikan terhadap Proyek TPA ini.

“Secara kasat mata saja, kami nilai proyek sudah sangat tidak sesuai dengan anggaran yang dianggarkan dan dugaan kami proyek ini sudah rugikan miliaran Rupiah. Ini kan dapat disebut korupsi. Makanya kami sangat berharap kunjungan KPK agar masyarakat bangga dengan kinerja lembaga hukum negara itu. Dan apabila dugaan.masyarakat terbukti, benar ada yang melakukan korupsi di proyek ini. Kami minta para pelaku dihukum dengan seberat-beratnya,” pinta warga.

Pembangunan TPA ini terkesan tidak terbuka terhadap warga Melonguane dan sekitarnya. Akibatnya pkerjaan TPA hanya orang tertentu yang mengawasi, sementara TPA adalah umum harus diketahui.
Sedangkan masyarakat yang berada disekitaran TPA hampir tidak mengetahui kegiatan tersebut.
“Sebenarnya pekerjaan TPA ini sangat penting bagi masyarakat Kecamatan Melonguane dan sekitarnya. Namun disisi lain sangat mengecewakan karena pekerjaannya sudah lama dikerjakan tapi kelihatannya belum juga selesai,” ujar warga disekitaran TPA itu.(Noval/Ajnas/Mayored)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*