2 Pembalak Liar Dipergoki Tebang Pohon Di Hutan Adat Desa Lihunu

Spread the love
  • 50
    Shares

Dance: “Kami minta Polres Minut memenjarakan mereka berdua…”

MINUT, IdentitasPrime – Warga Desa Lihunu (Pulau Bangka) Kecamatan Likupang Timur Minut gerah dengan ulah para penebang liar di wilayah Hutan Adat wilayah Desa Lihunu.
Tak tahan menghadapi sikap para penebang liar, akhirnya warga pun melaporkan ulah para penebang liar itu kepada wartawan media ini.

Mewakili masyarakat Desa Lihunu, Selasa (14/11) sekitar pukul 13:00, Reflyn Kending wartawan Idenitasprime.com didampingi Pak Dance Ujung (62) warga Lihunu Lingkungan V menyambangi Hutan Adat yang oleh warga disebut Hutan Batu Goso.

Dari jarak 100 meter mereka sudah mendengar mesin shin-saw meraung-raung di kesunyian. Dan benar saja, 8setiba di lokasi, keduanya memergoki dua orang pria sedang menebang sebuah pohon dengan dua unit mesin Shin-saw (baca: senso red-).

Oleh wartawan, keduanya mengaku masing-masing bernama Loddy Takapotehe (54) warga Desa Libas dan rekannya Yohanes Makahinda (30-an) warga yang sama.
“Mereka ini memang selalu melakukan pembalakan liar di Hutan Adat ini,” turur Pak Dance Ujung saat di TKP.
Kedua warga Desa Libas yang sedang memotong sebuah pohon jenis Kayuwatu (jenis Kayu Merah) itu terus membalak kayu yang dipotong, tanpa rasa gentar sedikitpun.
“Ini sangat meresahkan masyarakat Lihunu, sebab mereka sudah keterlaluan membabat kayu di Hutan Adat Batu Goso,” timpal Dance Ujung.

Para pelaku pembalakan liat di Lihunu, lanjut Dance, adalah kedua oknum ini. “Selain menebang pohon dan merusak hutan, pekerjaan ini sudah mereka jadikan bisnis karena para pemilik kapal dan perahu butuh kayu jenis Kayu Watu sangat baik dibuat Lunas (tulang tengah kapal/perahu kayu). Kami minta Polres Minut memenjarakan mereka berdua sesuai undang-undang yang berlaku,” tandasnya.
Kamis (16/11), ditempat terpisah, Kumtua Desa Lihunu, Ventje Johandatang membenarkan kejadian itu. Ia sendiri sudah mewanti-wanti warganya, agar jangan berani merusak hutan, sebab aturan hukum dan undang-undang sangat ketat.
“Tidak ada warga saya yang berani menebang sembarangan, malah warga desa lain justeru yang melakukannya,” tukas Ventje geram.
Atas pengaduan warganya, maka Kumtua Lihunu pun mengijinkan warga dan wartawan menyambangi lkoasi penebangan itu.
“Saya utus Pak Dance, pastikan apa benar ada penebamgam di Hutan Adat Batu Goso. Dan kalau benar, mesin mereka kami sita untuk di proses hukum, baik dari Desa Lihunu, maupun ke ranah hukum,” tandas Ventje Johandatang.
Sampai hari ini satu unit mesin potong kayu Shin-saw milik Loddy Takapotehe diamankan di Kantor Desa Lihunu.(Reflyn Kending)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*