5 TERDUGA “DEBT KOLEKTOR TANPA IDENTITAS” KELABUI PEMILIK, BAWA KABUR KENDARAAN DB 1951 KB DI JALAN

Spread the love

Korban: “Saya datang hendak melapor, tapi oleh petugas, saya hanya diberikan masukan dan arahan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Lembaga Perlindungan Konsumen saja”

KOTAMOBAGU, IdentitasPrime – Kurang maksimalnya jerat hukum dan tindak tegas sesuai Undang-undang Fidusia (Uu Perlindungan Konsumen), membuat para DEBT KOLEKTOR seakan tidak jera untuk main hakim sendiri, melakukan aksinya kepada para konsumwn.
Kamis 21/02 2019 sekitar pukul 13 wita. di jalan arah kelurahan Biga, satu unit mobil nomor polisi DB 1951 KB diduga diambil paksa dengan cara licik oleh para oknum kolektor yang tidak dikenal karena tidak mengantongi identitas.
Saat korban atas nama Nofri Waroka berada dalam mobil bermaksud istirahat makan siang, korban tiba – tiba didatangi para oknum yang tidak dikenal.
Salah satu oknum datang bertanya pada korban terkait dengan kapasitas korban yang saat ini yang kesehariannya sebagai staf di PT Esta Dana Ventura yang berhubungan dengan permodalan.
Kemudian seorang lagi temannya menanyakan pertanyaan yang sama, tiba-tiba kunci mobil korban sudah diambil oleh salah seorang dari mereka tanpa sepengetahuan korban dengan cara licik, dimana rekannya mengalihkan pembicaraan, sarunya lagi mencuri kuncinya.
Dari dalam mobil, korban dibujuk rurn oleh salah seorang dari mereka, dengan mengajak korban untuk berkomunikasi tentang cara-cara unruk pinjam uang di instansi yang digeluti korban.
Tidak disangka-sangka oleh korban ternyata para oknum tersebut mereka mengaku  Debt Colektor yang diberikan tugas oleh  PT Cimb Niaga Otto Finance dari Manado yang bermaksud berbicara terkait dengan tunggakan kendaraan  namun kepada media ini korban mengaku yang mana mereka tidak memperlihatkan legalitasnya.

Salah seorang oknum Debt Colektor bertanya kenapa korban sudah menunggak 2 bulan, dan bisa sampai kapan pembayaran angsuran ?.
“Saya bilang, sudah saya transfer angsuran bulan Desember dan angsuran Januari akan dibayar sekaligus dengan bulan Februari karena jatuh temponya tanggal 28,” jelas korban Nofri Waroka.

Oknum kolektor sempat berbicara dengan istri korban lewat telepon genggam tapi kolektor katakan pada korban hal ini langsung saja berhadapan di kantor PT CIMB NIAGA OTO FINANCE Manado.
Sesudah itu kolektor minta nama  korban selaku pengendara mobil tersebut selaku suami dari pemilik mobil. “Saya menawarkan solusi pada oknum kolektor kalau saya siap untuk melakukan pembayaran saat itu juga. Tapi kolektor tidak mau menerima, dan mereka tetap hanya mengarahkan pembayarannya dilakukan dikantor saja,” ujar korban.

Foto ilustrasi

Korban berharap diberi kesempatan melakukan pembayaran saat itu juga  melalui transfer lewat ATM, mengingat jarak tempuh Kotamobagu dan Manado bukanlah dekat.
“Namun mereka tetap bersikeras mengatakan pembayaran harus dilakukan dikantor. Dan tiba-tiba saya lihat mobil sudah tidak berada lagi ditempat parkirnya,” jerit korban dwngan suara tinggi.

Melihat mobilnya tidak lagi berada ditempat, maka korbanpun langsung  menanyakan pada salah satu oknum  kolektor, tapi oknum kolektor katakan bahwa kendaraan tersebut sedang lakukan cek visik.
“Anehnya setelah saya telusuri, mobil sudah tidak tahu arahnya kemana, karena saya kerepotan berdialog dengan oknum Debt Colektor yang semuanya berjumlah 5 orang,” jelas korban.

Tak terima dengan tindakan tersebut, korban langsung menuju Polres Kotamobagu, bermaksud melaporkan  kronologis kejadian, namun korban harus kembali menelan pil pahit.
“Saya datang hendak melapor, tapi oleh petugas, saya hanya diberikan masukan dan arahan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Lembaga Perlindungan Konsumen saja,” tuturnya.
Kepada media ini korban mengatakan merasa kecewa karena menurut korban semestinya kejadian tersebut pihak kepolisian harus menerima laporan, karena tindakan oknum kolektor  tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam ketentuan hukum yang berlaku yaitu tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan UU Fidusia.
“Proses eksekusi kendaraan tersebut dilakukan dengan cara yang tidak senonoh yakni mengelabui dengan licik kepada saya, dan tiba-tiba kendaraan tidak tahu lagi sudah dibawa kabur oleh para oknum yang mengaku diberikan tugas perusahan. Dan sampai saat ini saya belum tahu mobil dibawa kemana,” pungkas korban penuh kekecewaan. (Feki Sajow)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*