Ada Aroma Korupsi Jalan Marinsow Pantai Paal Rp 1,6 Miliar Polres Geledah Dnas PUPR Minut

Spread the love

Lagi, Pemkab Tak Ijinkan Penggeledahan Dinas PUPR Minut

MINUT, IdentitasPrime – Pepatah Lain lubuk, lain belalang, kayaknya cocok dialamatkan kepada Kepolisian Resor Minahasa Utara (Polres Minut) ketika secara resmi hendak pakukan penggeledahan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minut. Senin (27/5).

Upaya ini adalah pembuktian kepada masyarakat bahwa Polres Minahasa Utara punya andil juga dalam memerangi kasus korupsi.
Pasalnya penggeledahan ini merupakan penyelidikan lebih lanjut terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) terhadap rehabilitasi jalan desa Marinsow, Tanjung Pulisan yang menuju ke lokasi Wisata Pantai Paal tahun 2015 silam.

Sejumlah anggota reserse mobile (Resmob) Polres Minut dibawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Nohfri Maramis SH SIK mendatangi kantor Dinas PU Minut bersenjata lengkap hendak melakukan penggeledahan terkait penyelidikan kasus itu.
Menariknya, dari pijak Dinas PU Minut bersikukih tidak mengijinkan adanya penggeledahan itu.

Kapolres Minut AKBP Jefri R P Siagian SIK melalui Kasat Reskrim Polres Minut AKP Nohfri Maramis SH SIK menuturkan, awalnya pihak Polres akan melakukan pengeledahan terkait kasus tipikor sesuai yang dijelaskan diatas.

“Kami sudah pernah menyurat ke Dinas PU terkait data atau berkas pekerjaan 2015 rehabilitasi jalan Marinsow, Tanjung Pulisan itu, tapi hingga saat ini tidak ada balasan, dengan alasan kepala dinas yang baru,” tuturnya.
Saat pihaknyw hendak melakulan penggeledahan, lanjut Kasat, pihaknya tidak diijinkan.
“Kami juga sudah melayangkan surat permintaan berkas yang kedua ke Pemkab/ Dinas PU terkait kasus ini dan menurut mereka akan segera ditindak lanjuti,” ungkap Maramis.

Lebih jauh Maramis mengatakan, jika kasus ini sudah menjadi atensi Polda Sulut dan diseriusi Polres Minut guna menindak lanjuti supervisi yang dilakukan KPK baru-baru ini dan sesuai hasil audit BPKP.
“Sesuai hasil audit, BPKP menemukan adanya kerugian negara Rp 1,6 miliar dari proyek itu,” pungkas Kasat Reskrim Polres Minut.

Dilain pihak, pelaksana tugas (Plt) Kadis PU Minut Jantje Waworundeng kepada sejumlah wartawan membenarkan terkait kehadiran Polres Minut di kantor dinas PU Minut.

“Awalnya Polres Minut hendak melakukan penggeledahan dan katanya sudah memberikan surat tetapi kepada PLT kadis sebelumnya sedangkan saya baru menjadi PLT Kadis tanggal 20 Mei ini,” katanya.

Waworundeng juga mengaku sudah melaporkan kepada Bupati terkait hal ini dan bupati tidak menghendaki penggeledahan ini.
“Bupati bilang jangan, jadi saya sampaikan ke mereka kalau saya hanya menjalankan tugas. Bapak ada atasan yaitu Kapolres, saya juga ada atasan yaitu Bupati. Saya juga sampaikan kalau mau bongkar silahkan kalau saya tidak ada kuncinya, ” tutup PLT Kadis PU itu.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*