Adik Bupati Minut Di Tahan Kejati Sulut, VAP & Rio Kapan ?

Spread the love

Manado – Identitas prime.com – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara resmi menahan satu lagi tersangka kasus korupsi pemecah ombak Minahasa Utara. Penyidik korupsi kejaksaan tinggi sukut menahan  Alex Panambunan, Kamis (21/1) sore. Adik Bupati Minahasa Utara Vonie Aneke Panambunan ini disangka terlibat dalam pusaran korupsi yang menelang kerugian Rp8,8 miliar.

Setelah menjalani pemeriksaan selama 7 jam Kantor Kejati Sulut, Alex kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dieksekusi ke Rumah Tahanan Polres Manado mengingat Rutan Kelas IIA Manado untuk sementara belum menerima tahanan baru. Alex tampak didampingi Kuasa Hukumnya Stevy da Costa SH.

Kajati Sulut A. Dita Prawitaningsih, SH., MH., melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati Sulut Theodorus Rumampuk ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

“Ia benar siang tadi penyidik Kejati Sulut telah menetapkan lelaki AMP alias Alex sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemecah ombak Likupang, Minahasa Utara dan sorenya jam 5 sore dijebloskan ke Rutan Polres Manado,” ujarnya.

Ia menjelaskan, AMP ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor Print-01/P.1/Fd.1/01/2021 tanggal 21 Januari 2021 yang ditandatangani oleh Kajati Sulut.

“Tersangka ditahan selama 20 hari sejak tanggal 21 Januari 2021 sampai dengan 09 Februari 2021,” katanya.

Menurut Rumampuk, tersangka AMP diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi proyek pemecah ombak atau penimbunan Pantai Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minut Tahun Anggaran 2016, sebagaimana sangkaan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 3 jo. Pasal 15 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Untuk diketahui bahwa Kejaksaan tingfi sulut pernah kalah dalam praperadilan oleh lsm inakor  dan dalam putusan tersebut tertuang untuk melanjutkan penyidikan kasus korupsi pemecah ombak minut yang santer dan diduga kuat melibatkan bupati minahasa utara voni panambunan dan oknum polisi berpangkat kombes bernama RM.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum terhadap tersangka RT tertuang keterlibatan masing masing kedua oknum tersebut.

Sejauh ini kejaksaan tinggi sulawesi utara belum berani menetapkan Bupati minahasa utara vini aneke panambunan dan oknun kombes RM sebagai tersangka padahal berbagai bukti telah di hadirkan dalam persidangan terkait keterlibatan mereka. (H)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*