Ambruknya Jembatan Tol di Minut Tuai Reaksi Keras Masyarakat Tonsea

Spread the love
  • 58
    Shares

Luntungan: “Dekab dan Pemkab Minut Harus Bentuk Pansus dan Tim Investigasi secepatnya”

MINUT, IdentitasPrime – Bencana ambruknya Jembatan di Megaproyek pembangunan Jalan Tol Manado-Minut-Bitung di Desa Tumalungtung, menjadi viral sekaligus tamparan menyakitkan bagi masyarakat Kabupaten Minahasa Utara, (tou Tounsea).
Pasalnya, menurut PLT merangkap Sekretaris LSM Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut (WPITL), Harley Sompie, melalui Bagian Humas WPITL Minut, Marthen Luntungan, walau proyek itu bersumber dari dana BUMN, namun daerah punya hak sebagai user.
“Kami berhak sebab kami user di area yang dipakai membangun megaproyek itu,” katanya.

Pihaknya menduga, ada banyak kejanggalan yang terjadi dalam prosesi pembangunan jalan tol tersebut, sehingga berujung pada bencana berupa bakal betonisasi yang ambruk.
“Ada banyak ketidakberesan yang tak perlu kami sebutkan satu persatu, terjadi dalam lingkup perusahaan luar itu sehingga terjadi bencana. Salah satunya, sebut saja kearifan lokal yang berlaku di proyek itu. Coba kita lihat, semua tenaga kerja yang tertulis sebagao korban, itu adalah orang-orang dari luar Sulut,” sembur lelaki tinggi semampai yang akrab disapa Jaya itu.

Pemkab dan Dekab, sebtu Luntungan, jangan tinggal diam, menyikapi masalah ini.
“Tolong jangan tinggal diam, ini sebuah tamparan bagi torang masyarakat Minahada Utara. Segera bentuk pansus dan tim investigasi, demi nama baik torang pe tanah leluhur ini, dan kita kawal semua dinamika yang ada ditubuh perusahaan pelaksana pekerjaan yang telah mencederai tanah leluhur kita dengan nyawa orang luar daerah,” pungkas Marthen Luntungan.

Menanggapi imbauan LSM adat terbesar di Sulut itu, Norris Tirayoh sangat mendukung hal itu.
“Sangat setuju, saya sebagai masyarakat Tanah Tonsea sangat mendukung apa yang diminta LSM Waraney Puser In Tana Toar Lumimuut.,” katanya, sembari menngingatkan, yang mana hal ini harus diseriusi.
“Kalau tidak diseriusi, kami akan gelar unras dan meminta atensi dari Presiden lewat Menteri BUMN,” warning aktivis vokal itu.(Allen/Novaluber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*