Aniaya Karyawan PT BMP, Sekurity PT MSM/TTN di Laporkan ke Polsek Likupang

Spread the love

Kapolsek Likupang Benarkan Sudah Terima Laporan itu

Isteri Korban Minta Polisi Lakukan Olah TKP, Bila Terbukti PT MSM/TTN Harus Pecat Pelaku

MINUT, IdentitasPrime – Malang benar nasib Stenly Patoh, Helper Alat Drill, pada PT BMP (Bintang Mandiri Perkasa), salah satu anak perusahaan dari PT MSM/TTN.
Gara-gara menagih utang, pria asal Desa Rinondoran ini harus terbaring di ranjang dengan kepala memar sakit tak kepalang karena diduga kuat di pukuli sekurity memakai pentungan berkali-kali.
“Saya sudah berkali-kali di maki dan diancam dia, bahkan dia janji akan menghabisi saya, tapi saya bersabar tak mau terpancing emosi, sampai dia mengadang dan memukuli saya,” tutur lelaki yang akrab disapa Rudi itu, Minggu (19/5) dirumahnya.

Sesuai laporan polisi, Stenly mengaku dianiaya oknum lelaki bernama HT, Security PT MSM/TTN, gara-gara dirinya memberitahu pelaku yang mana pelaku ada masalah hutang.

Awalnya Stenly yang kesehariannya bertanggungjawab memegang Arisan Saham, mengingatkan, terlapor yang mana terlapor ada tunggakan pinjaman sejak tahun 2015.
“Karena pemilik saham sudah mendesak, saya ingatkan dia kalau ia masih ada utang, tapi dia marah. Ia bahkan mengirim massager caci-maki saya disertai kata-kata ancaman, bahkan ia ancam akan menghabisi saya,” jelas ayah beranak satu itu.

Kapolsek Likupang, AKP Steven Simbar membenarkan akan adanya laporan penganiayaan tersebut.
“Benar ada laporan terkait kasus penganiyaan. Korban sudah di visum et repertum, dan akan di proses sesuai hukum yang berlaku,” tutur Simbar singkat namun jelas.

Dipihak korban sendiri, isteri korban Mariance Ayub (31) sangat sedih dan merasa terpukul melihat keadaan suaminya. Ia berharap aparat hukum mengambil sikap tegas terhadap pelaku penganiaya suaminya.
“Sebetulnya suami saya mampu menghadapi dia, tapi takut nanti akan berurusan dengan perusahaan. Dulu dia pernah tinggal dengan kami. Kami tidak sangka dia se tega itu menganiaya suami saya,” ujarnya.

Isteri korban meminta Polsek Likupang gelar olah TKP. Dan jika terbukti, ia sangatcberharap PT MSM/TTN memecat si pelaku.
“Saat kejadian, ada beberapa sekurity sipil dan ada juga aparat polisi, kenapa hanya dibiarkan saja. Kenapa waktu suami saya di aniaya, malah hanya dibiarkan saja. Bila terbukti suami saya di aniaya, saya minta PT MSM pecat sekurity itu, dsn biarlah proses hukum dia sesuai undang-undang yang berlaku di negara ini,” pinta IRT itu sambil menangis sedih. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*