Astaga !! Kapolda Aceh Beri Hadiah Khusus Untuk Kapolri Baru Jendral Pol Listyo Sigit

Spread the love

Aceh – Identitasprime.com – Temuan ratusan kilogram sabu-sabu oleh nelayan di Bireuen, Rabu (27/1/2021) yang kemudian ditindaklanjuti polisi, merupakan ‘kado’ Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada.

Ya, kado Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada kepada Komjen Listyo Sigit Prabowo yang kemarin resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri.

Listyo Sigit Prabowo menggantikan Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

Pelantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri digelar di Istana Negara, Jakarta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (27/1/2021).

Adapun istilah ‘kado’ dari Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada ini disampaikan Anggota Komisi III DPR RI, Nazaruddin alias Dek Gam, melalui Serambinews.com, Kamis (28/1/2021).

“Ini merupakan kado istimewa dan sangat terindah dari Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhill kepada Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Kita memberikan apresiasi kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada.

Begitu juga kepada Direktur Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari SIK MH beserta jajarannya yang telah berkomitmen memberantas peredaran narkoba di Aceh,” kata Dek Gam.

Nazaruddin mengatakan Kapolda sudah menyampaikan temuan ratusan kilogram barang haram ini kepadanya.

Kemudian Komisi III DPR RI ikut mendukung Polda Aceh agar mengusut tuntas kasus sabu-sabu ini hingga tuntas ke akar-akarnya.

“Ini sangat penting  agar diketahui siapa pemiliknya dan aktor yang terlibat dalam permainan sindikat peredaran narkoba yang diyakini jaringan internaiional ini,” kata Dek Gam.

Dek Gam mengakui selama kepemimpinan Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada bersama Dir Narkoba, Kombes Ade Sapari, hampir mencapai satu ton narkoba diamankan jajaran Polda Aceh selama tahun 2020.

“Ini menunjukan prestasi yang sangat membanggakan karena telah banyak menyelamatkan generasi muda dan perekonomian masyarakat Aceh di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ini sangat berkomitmen memberantas narkoba di Indonesia.

Saya yakin Kapolri tidak akan memberikan peluang sedikit pun terhadap pelaku peredaran narkoba di Indonesia.

Ini harus kita dukung dukung bersama dalam menyelamatkan generasi dan masa depan Indonesia di masa mendatang,” kata Dek Gam yang juga Presiden Persiraja itu.

Kronologis temuan ratusan kilogram sabu itu Seperti diberitakan Harian Serambi Indonesia hari ini, Kamis (28/1/2021), sebuah boat nelayan tanpa awak berisi sabu-sabu dilaporkan terdampar di dekat mulut kuala kawasan Desa Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb, Bireuen, pada Rabu (27/1/2021) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Sabu-sabu yang diperkirakan mencapai ratusan kilogram (Kg) tersebut kabarnya sudah diamankan ke Polres Bireuen.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, mulut kuala tempat ditemukan boat berisi barang haram tersebut berada pada perbatasan Kecamatan Jeunieb dan Kecamatan Pandrah, Bireuen.

Seperti biasa, pada Rabu (27/1/2021) pagi, sejumlah nelayan setempat hendak melaut.

Saat tiba di kawasan itu, beberapa orang dari mereka melihat satu boat ikan tanpa awak dengan posisi seperti terdampar di pinggir mulut kuala Desa Matang Bangka.

“Melihat hal itu, nelayan segera melapor ke aparat penegak hukum terdekat,” ujar seorang warga setempat yang tidak mau dituliskan namanya kepada Serambi, kemarin.

Beberapa saat kemudian, belasan anggota Polres Bireuen dan Polsek Jeunieb serta personel TNI tiba ke lokasi.

Kemudian petugas bersama nelayan setempat memeriksa isi boat tak bertuan tersebut.

Hasilnya, dalam boat tersebut ditemukan sejumlah barang bawaan seperti fiber ikan dalam berbagai ukuran.

Setelah dibuka, fiber-fiber itu diduga berisi sabu-sabu yang dikemas dalam kotak-kotak kecil.

Namun, belum diketahui pasti jumlah kotak maupun berat barang haram yang diamankan dalam boat yang belum diketahui pemiliknya.

Informasi penemuan boat tanpa awak berisi ratusan kilogram sabu-sabu itu terus menyebar dan berkembang di kalangan masyarakat.

Kasus tersebut makin heboh karena sejak pagi foto-foto penemuan narkotika itu beredar media sosial dan sejumlah grup WhatsApp (WA).

Tak lama setelah ditemukan, sabu tersebut diamankan ke Polres Bireuen. Sementara kapal tak bertuan itu ditarik ke daratan sebagai barang bukti.

Hingga berita ini diturunkan, tadi malam, Serambi belum mendapat keterangan resmi dari Kapolres Bireuen AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi atau pihak terkait lainnya menyangkut penemuan tersebut.

Sementara itu, informasi yang diperoleh Serambi dari sumber lain menyebutkan, jumlah sabu-sabu yang diamankan aparat Polres Bireuen dari boat nelayan tak bertuan itu diperkirakan mencapai 343 kilogram (Kg).

Sumber tersebut menjelaskan, pada Selasa (26/1/2021) sekitar Pukul 05.30 WIB, masyarakat setempat melihat ada satu boat ikan sandar di Kuala Desa Nasee Me, Kecamatan Pandrah, Bireuen.

Mesin boat itu dalam kondisi hidup, namun di dalamnya tidak ada orang.

Karena curiga dengan keberadaan boat tersebut, warga setempat menghubungi anggota Polsek Jeunieb.

Selanjutnya, boat itu diarahkan dan dibawa ke Kuala Matang Bangka, Kecamatan Jeunieb.

Lalu, pada Rabu (27/1/2021) sekitar pukul 07.00 WIB, anggota Polres Bireuen tiba di Kuala Desa Matang Bangka, untuk menggeladah boat tersebut.

Hasilnya, ditemukan sabu-sabu dalam boks fiber berwarna biru dengan terbungkus karung yang diperkirakan beratnya mencapai 343 Kg.

Sebanyak 343 kotak Tupperware dengan berat satu kilogram per kotak itu dimasukkan dalam 24 karung.

Kabarnya, dalam boat tersebut juga diamankan delapan karung berisi kotak Tupperware kosong, satu karung berisi baju, dan satu handphone (Hp).

Sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin, personel Polres Bireuen meminta bantuan masyarakat setempat agar mengangkat karung berisi sabu-sabu tersebut ke mobil dinas jenis double cabin dan rantis barakuda untuk selanjutnya dibawa atau diamankan ke Mapolres Bireuen.

Sumber tersebut menambahkan, penemuan sabu dalam jumlah banyak itu mengindikasikan bahwa bandar narkoba jaringan internasional sering memanfaatkan nelayan sebagai kurir.

Caranya, nelayan menjemput barang haram yang dipasok dari luar negeri dan melakukan barter di tengah laut dengan menggunakan kapal boat-boat kecil menuju ke muara atau pesisir yang jauh dari pantauan aparat keamanan dan pemukiman masyarakat.

Tersangkut jaring ikan

Warga Jeunieb lainnya kepada Serambi, tadi malam, menyebutkan, boat tak bertuan yang kemudian diketahui berisi narkoba sabu-sabu itu awalnya hendak merapat ke pinggir pantai kawasan tersebut.

Namun, rencana itu gagal karena wel boat tersebut tersangkut dengan jaring ikan nelayan.

“Informasinya, kapal ikan itu akan merapat ke pesisir pantai.

Tapi, karena welnya tersangkut dengan jaring ikan nelayan, maka boat itu ditinggalkan oleh pemiliknya di dekat mulut kuala,” ujar warga Jeunieb yang tidak mau disebutkan namanya kepada Serambi, Rabu (27/1/2021) tadi malam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*