Babinsa Manembonembo dan Warga Gelar Baksos Perbaiki Saluran Air Yang Diduga di Gali Oleh PDAM

Spread the love
  • 43
    Shares

Mantiri: “Lubang Sudah Makan Korban. Apakah nanti sudah ada korban nyawa baru mau bertindak”

BITUNG, IdentitasPrime – Keberadaan saluran air dan lubang cukup besar di Jalan Manembonembo-Tanjung Merah, tepatnya di wilayah Kelurahan Manembonembo Lingkungan 5/RT 05 Kecamatan Matuari Bitung, sudah berbulan-bulan meresahkan masyarakat setempat dan pengguna jalan.

Pasalnya, bahu jalan sekitar 2 (satu) meter telah digali dan dibiarkan berlubang menganga dengan kedalaman sekitar dua (2) meter tanpa ditutup atau diperbaiki.
Sesuai keterangan Babinsa Manembo-nembo, Serda Hermanus Oley Mantiri, lubang itu rawan dan telah memakan korban berkali-kali seperti pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki.
“Sudah beberapa kali saya dan warga menolong orang terperosok disini, memang tidak mati, tapi.luka-luka. Namun mereka tak tahu harus mengaduh kemana,” jelasnya, Sabtu (19/1) kepada wartawan saat menggelar bakti sosial bersama beberapa warga.

Dari informasi yang dirangkum Anggota Kodim 1310/ Koramil 01 Bitung (Babinsa Serda Mantiri), lubang itu digali dengan alat excavator sekitar bulan Oktober 2018 silam.
“Bulan Oktober 2018 jalan ini digali dengan alat Excavator oleh PDAM Bitung, entah untuk apa, namun sampai hari ini dibiarkan lubang besar itu menganga lebar, dengan diameter diperkirakan sepanjang 3 meter, lebar 2 1/2, dalam sekitar 2 meter.

Sebagai anggota TNI yang mengemban tanggungjawab Hankam, Mantiri mengaku sudah mencoba berkordinasi, namun ia tak tahu harus kemana, sementara punya batasan tupoksi.
“Lubang sudah makan korban, memang hanya sepeda motor yang rusak berat. Apakah nanti sudah ada korban nyawa baru mau bertindak, sebagai TNI saya punya batasan tupoksi,”semburnya.

Pekerjaan galian yang diduga kuat dilakukan oleh pihak PDAM BIitung yang tak selesai itu terkesan telah terjadi pembiaran, sehingga masyarakat pun geram.
“Lubang ini sangat membahayakan, tolong diatur agar tak ada lagi korban terperosok didalamnya,” pinta Herman (55) tukang ijek yang setiap hari melalui jalan itu.
Masyarakat, lanjut Herman berharap upaya instansi terkait memperbaiki lubang itu.
“Pemerintah harus bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa masyarakat gara-gara lubang ini. Cepat kase selesai sebelum ada korban mati gara-gara lubang ini,” tandasnya. (Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*