Bangkit Dari Mati Suri, SPNF-SKB Gelar Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer UNBK Paket C

Spread the love

12 Guru Fungsional Tinggalkan Sertifikasi Perangi Buta Aksara Di Minut

MINUT, IdentitasPrime – Sebuah terobosan signifikan harus diperhitungkan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut), terkait bangkitnya kembali Satuan Pendidikan Non Formal – Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) yang merupakan produk asli Dinas Pendidikan, khususnya di Bidang PNFI (Pendidikan Non Formal Informal) Minahasa Utara.

Jumat, (22/9), Dinas Pendidikan Minut melalui SPNF-SKB, menggelar Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer UNBK Paket C, bertempat di area SPNF-SKB Kelurahan Sarongsong I Kecamatan Airmadidi Minut.

Kegiatan yang dikawal SPNF SKB Minut (Satuan Pendidikan Non Formal – Sanggar Kegiatan Belajar, Kabupaten Minahasa Utara) dihadiri oleh ratusan peserta yang datang dari pelbagai kalangan masyarakat Minut.

Kadis Pendidikan dr Lilly Lengkong M.Kes dalam penyampaiannya mengatakan, kegiatan ini merupakan suatu kebanggaan bagi Bupati dan Wakil Bupati Minut.
Pasalnya instansi ini merupakan organ tubuh Pemkab Minut dalam mendongkrak detak jantung pemerintah terhadap memberantas buta aksara dan memerangi kemiskinan di kalangan masyarakat.
“SPNF-SKB ini adalah wadah satu-satunya di Kabupaten Minahasa Utara yang menjadi sebuah modal berharga bagi masyarakat. Kedepan nanti biarlah masyarakat banyak kian tahu betapa berartinya syarat formal maupun informal,” seru Lengkong.

Saat ini pihak SPNF – SKB bergerak dengan total 12 personil, masih menggunakan fasilitas ala kadarnya, bahkan meminjam ruang praktek sekolah (SMK Kalabat) demi melangsungkan program berantas buta aksara di Minut.
“Bila pemerintah membuka segala akses berupa membuka peluang sukses masyarakat melalui pembekalan serta ijasah yang didapat dari mengikuti ujian di SPNF-SKB ini, berarti pemerintah sudah berbuat bagi rakyatnya,” tandas Lilly Lengkong.

Kepala SPNF-SKB Amelia J Ganda S.Pd M.Si didampingi Wakil Kepala Urusan Pembinaan SPNF-SKB, Christian W Lasut STh. MA. MTh, mengatakan, peserta Ujian saat ini jumlahnya cukup banyak.
“Semakin hari semakin menuju puncak, dan berharap apa yang sudah dirancang pemerintah, kedepannya kian eksis. Sesuai data yang ada, kali ini peserta mencapai 160 orang (100 laki-laki, dan 60 perempuan).

Amelia Ganda juga menambahkan, UNBK dengan 7 mata pelajaran materinya diambil dari mata pelajaran SMA. “Mata pelajarannya disesuaikan dengan mata pelajaran siswa SMA Kelas 3 yang melingkupi Geografi, Bahasa Inggris, Sosiologi, Ekonomi, Bahasa Inggeis, TIK, dan Sejarah,” kata Ganda.
Terpisah, Pdt Emmanuel Misade M.PDk. MTh Anggota Komite Sekolah merasa SPNF-SKB sangatlah membantu masyarakat mengejar ketertinggalan. dalam peluang memiliki ijasah.
“Kami sangat mengapresiasi kiprah SKB, sebab mereka mampu menggelar UNBK dalam waktu 2 bulan saja. Setahu kami, sampai saat ini mereka sedang merintis realisasi legalitas daripada lembaga pendidikan yang seperti ini,” ujarnya.
Terkait nasib daripada tenaga Guru Pamong dengan jumlah 7 personel yang belum mengantongi SK, Pdt Emmanuel Misade mengaku optimis dalam waktu dekat akan dikeluarkan bupati. “Sebagai mitra bagian dari dinas pendidikan, kami optimis Pemkab menarih atensi spesial untuk bidang ini. Saya berharap Ibu Bupati secepatnya menurunkan SK bagi 7 pejuang yang sudah meninggalkan sertifikasi, demi memajukan ranah pendidikan ini,” harapnya.

Sementara Merlyn Panambunan-Laatung salah satu peserta Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer UNBK Paket C, mengaku sangat mensuport eksistensi daripada SPNF-SKB.
“Ini sangat membantu bagi kami para IRT mengejar semua yang belum kita miliki di era kita dulu, seperti tentang pendisikan berbasis komputer.

Kami sangat bangga dengan terobosan yang dibuat Dinas Pendidikan seperti ini,” ujar keponakan dari Bupati Vonnie Aneke Panambunan itu. Sebagai isteri dan Ibu Rumah Tangga, Panambunan tak menampik kalau ia sibuk mengurus rumah tangganya. Tapi ia optimis, semua ada solusinya. “Memang sibuk, tapi program ini juga sangat penting, jadi pinter-pinterlah kita mengatur waktu untuk hal-hal seperti ini,” tandas Merlyn.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*