Banyak Jalan Rusak Berat, Laporan Bupati Minut Kepada Gubernur Sulut di Rakorev Malah Baik

Spread the love
Jalan Tatelu-Pinilih terkini

Norris: “Kalau bicara Realisasi soal Uang Rakyat saja, Asbun, bagaimana dalam hal Pengelolaan/ Pertanggung jawaban Uang Negara”

MINUT, IdentitasPrime – Beberapa kali media ini sesuai pantauan telah memberitakan yang mana beberapa ruas jalan Provinsi dan Kabupaten di wilayah Kabupaten Minahasa Utara, mengalami kerusakan cukup berat dan mengenaskan.
Contohnya ruas jalan Provinsi Sulut yang menghubungkan Desa Tatelu dan Desa Pinilih-Klabat, Kecamatan Dimembe Minut.
Akibat lubang-lubang besar besar menghiasi jalan, masyarakat tak punya kendaraan pribadi di Desa Pinilih dan Desa Klabat yang hendak pulang di malam hari, sangat kesulitan kendaraan. Kalaupun ada ojek, biayanya pasti tinggi.
“Soalnya selain menanjak, jalan gelap dan banyak lubang pula, jadi wajar kalau kami minta bayaran tinggi,” ucap salah seorang tukang ojek di pangkalan Kantor Pegadaian Pertigaan Desa Tatelu.
Selain Jalan Tatelu-Pinilih, semua masyrakat Minahasa Uatra yang melintasi sisi kiri jalan dua arah (dari arah Minut ke Manado atau ke Bandara), tahu persis yang mana dari area Zero Point perempatan Sukur-Likupang (Batas Sukur-Matungkas) sampai ke Perempatan Kolongan Tantempangan (Koltem) sudah banyak lubang menganga lebar (terutama di area rumah Gubernur sulut), mengancam keselamatan pengguna jalan.

Menariknya dalam acara Rapat Koordinasi Evaluasi (Rakorev) Hasil Pelaksanaan RKPD Tahun 2018 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara, Kamis (21/2/2019) di Grand Kawanua Convention Center (GKCC) Manado,
Kepada Gubernur Olly Dondokambey SE yang memimpin Rakorev, Bupati Minut malah mengatakan kondisi jalan di Minut berada dalam kondisi baik-baik saja.

Realisasi belanja 2018 dilaporkan bupati yaitu senilai Rp 900,4 miliar.
Untuk bidang infrastrukrur, 1194,69 km jalan kabupaten kondisi baik.
Jembatan untuk Ruas Jalan Nasional ada 19 unit, jembatan pada Jalan Provinsi 19 unit, jalan Kabupaten 72 unit dan semua dalam kondisi baik.

Bupati juga menyampaikan, pembangunan bidang kesehatan, pangan, pertanian, pertumbuhan ekonomi bergerak naik kemajuannya dari tahun sebelumnya.
“Semua capaian ini berhasil karena ada dukungan dari masyarakat Minahasa Utara,” tutur Bupati Minut.

Namun….. apa yang disampaikan Bupati Minut dalam Rakorev itu sungguh bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Pasalnya, jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Minut dan Kota Bitung, tepatnya di Desa Tatelu (Kalutai) Kecamatan Dimembe dalam kondisi rusak parah, tanpa ada sentuhan pemeliharaan dalam kurun beberapa tahun terakhir.
Kadis PU-PR Provinsi Sulut Steve Kepel kepada media ini mengakui kalau jalan tersebut sudah rusak lumayan berat.”Ada penanganan tahun 2019 ini,” ujar Kepel saat dihubungi via nomor WA-nya.

Demikian pula Ruas Jalan Soekarno yang sudah disaksikan ribuan pasang mata, bahkan pernah ada aksi menanam pohon di lubang Jalan Ir Soekarno, saking kecewa oleh kerusakan jalan dekat rumah Gubernur Sulut itu.
Beberapa waktu silam Bidang Bina Marga Dinas PU-PR Minut terpantau menggunakan beberapa buah truk, menutupi lubang-lubang itu dengan tanah, agar masuarakat bungkam. Namun, akibatnya malah timbul masalah baru.
Karena hanya menggunakan material tanah saja menutupi lubang, perlahan tapi pasti setiap dilalui kendaraan berat, tanah-tanah itu mulai berubah menjadi debu yang beterbangan mengganggu pandangan mata dan mangancam keselamatan para pengendara kendaraan roda dua.

Untuk jalan Kabupaten seperti jalan di Desa Tetey menuju Bandara, Ruas Jalan Talawaan-Tatelu, Ruas Jalan Kuwil-Kaleosan-Sampiri-Sawangan, serta beberapa titik jalan di wilayah Likupang juga banyak berlubang.

Rakorev tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw, perwakilan Forkopimda Provinsi Sulut, bupati, walikota, perwakilan instansi vertikal, sekprov Edwin Silangen serta pimpinan Bappelitbang se Sulut serta undangan lainnya.
Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutan mengajak bupati, walikota untuk bersama-sama membangun Sulawesi Utara yang juga menjadi tanggung jawab dan pekerjaan bersama.

Pembangunan infrastruktur nasional di Sulut yang sudah selesai nantinya akan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Saya beri apresiasi kepada wali kota dan bupati yang hadir. Marilah kita bersama-sama membangun Sulawesi Utara tercinta ini,” ajak Gubernur Sulut berdarah Minut itu

Laporan bupati terkesan bertolak belakang dengan yang sebenarnya, menuai tanggapan pedas dari Ketua LSM Garda Tipikor Indonesia (GTI Minut), Norris Tirayoh.
Menurut Norris, bicara infrastruktur bicara APBD/ APBN, itu adalah Uang Rakyat, jadi harus pakai data dan bukti fisik.
“Kalau bicara Realisasi soal Uang Rakyat saja, Asbun, bagaimana dalam hal Pengelolaan/ Pertanggung jawaban Uang Negara,” tanya aktivis vokal itu, Minggu (24/02) via massager.

Publik, lanjut Tirayoh, belum lupa soal Pengelolaan uang Rakyat lewat proses/ Proyek Tanggul Pemecah Ombak yang berujung di Pengadilan Tipikor.
“Jadi skali lagi saya mendesak Pak Gub harus turun lapangan agar Publik yakin bahwa beliau (Gub) benar serius dan peduli bukan hanya kapasitas beliau sebagai gub, tapi juga selaku Putra daerah asli Minut,” semburnya seraya mwnambahkan, khan nggak lucu kalu gub tidak tahu persis kondisi lapangan kampung halaman sendiri. Jangan sampai kecolongan lah,” pungkas Tirayoh.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*