Banyak Lubang Dalam di Jalan Soekarno, Warga Tanam Pohon Pisang

Spread the love
  • 26
    Shares

Will: “Gubernur, Bupati dan Ketua Dewan Jangan Baku Tunggu”

MINUT, IdentitasPrime – Nasib jalan Soekarno di wilayah Kelurahan Airmadidi Atas dan Kelurahan Sukur (dari seberang jalan SMKN I Airmadidi sampai ke pertigaan Pemkab Minut, sangat menghawatirkan pengguna jalan terutama yang mengendarqi sepeda motor matic atau mobil matic degan roda kecil.
Pasalnya, di beberapa titik jalan nampak lubang-lubang menganga dan berisiko bagi keselamatan pengguna jalan.
Selain jalan SMKN I Airmadidi – Pertigaam Pemkab Minut, terpantau didekat Zerro-point Minut (perempatan Airmadidi, Sukur, Matungkas Manado, terdapat beberapa titik jalan rusak.
Selanjutnya di Jalan Soekarno wilayah Kecamatan Kalawat, terutama sebelah kiri dari arah Airmadidi, selain ada dua tikungan tajam yang berbahaya, selanjutnya sudah banyak lubang yang cukup dalam, sehingga kalau ada sepeda motor matic terperosok, pasti sepeda motor roboh, sedangkan pengemudi atau orang di goncengan terpental.
Uniknya, lubang-lubang berbahaya tersebut, justeru berada di dekat rumah pribadi orang nomor I Provinsi Sulawesi Utara (Gubèrnur).
Setelah dalam 3 hari terakhir lubang-lubang di Jalan soekarno memakan korban, kesabaran masyarakatpun habis.
Pagi tadi Senin (19/3), sekira pukul 07.00 Wita sejumlah warga menanam pohon pisang di salah satu lubang besar ditepi jalan soekarno, Kecamatan Kalawat.Sementara warga menanam, kamera wartawan menangkap sebuah mobil hitam dengan plat nomor DB 1, melintas disamping tanpa menggubris apa yang dilakukan warga.

“Yang pasti semua orang Sulawesi Utara, kenal kalau mobil dengan plat nomor DB 1 itu kendaraan dinas siapa,” ucap William S Luntungan, aktivis asal Airmadidi.

Seharusnya, kata Luntungan, para petinggi terkait seperti Gubernur Sulut yang setiap hari melalui jalan itu, Bupati Minut, Ketua DPRD Minut, lebih peka terhadap keadaan jalannya.
“Bekerjalah lebih menggunakan perasaan. Tidak perlu baku harap, sebab untuk masalah jalan Soekarno ini semua bertanggungjawab,” tukas Luntungan.
Dirinya juga merasa heran dengan sikap Pemprov dan Pemkab/Dekab terkait jalan rusak di Jalan Soekarno itu.
“Gubernur dengan Bupati dan Ketua Dewan lia, masa mo suruh atau mo berharap warga yang mo kerja bakti, padahal dana / anggaran ada. Jangan peruntukkan kelain, sementara dana pemeliharaan Jalan Soekarno ini sudah sangat dibutuhkan. Apa nanti sudah memakan banyak korban jiwa baru mau bergerak,” sembur Ketua LSM GEBRAK Minut itu.

Demikian pula Kabalai BPJN XV, urai aktivis yang akrab disapa Will itu. Kantor Balai Pemeliharaan Jalan Nasional XV ada di Desa Suwaan Kecamatan Kalawat Minut.
“Proyek jalan di jauh seperti Bolmong, Talaud dan daerah lain, bisa dijangkau dan dibikin baik, kenapa Jalan Soekarno yang merupakan jalan alternatif menuju Bandara Samratulangi tekesan diterlantarkan, dimana fungsi Kabalai tang digaji oleh negara,” tandas William.

Terpisah, Kabalai BPJN XV, Riel Mantik ketika dikonfirmasi terkait kerusakan serius di Jalan Soekarno, tak menampik hal itu. Namun Mantik menyesalkan, pertanggungjawaban berupa pemeliharaan jalan Soekarno itu bukan kewenangan pihaknya.
“Kalau Jalan Soekarno bukan kewenangan kami, ruas jalan itu adalah kewenangan dari Dinas PU Provinsi Sulut dan PU Kabupaten Minahasa Utara,” kata Mantik singkat.

Satu hal menarik, sekitar pukul 12.00 wita,  lubang-lubang di area SMKN I Airmadidi, sudah diperbaiki dengan menggunakan satu unit babby roller.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*