Begini Jelasnya Isi Video Jenazah Jecky Payow Yang Ternyata di Outopsi Demi Ungkap Kronologi Kematian Korban

Spread the love
  • 45
    Shares

MANADO, IdentitasPrime – Seperti kita ketahui bersama, hari ini Minggu(22/4), dunia maya dihebohkan oleh postingan dimana sekelompok masyarakat (keluarga jenazah Jecky Payow) yang 

mngamuk hebat di kamar jenazah RSUP Prof Kandou, manakala keluarga mendapati tubuh korban sudah dihiasi begitu banyak jahitan usai menjalani outopsi.

Dalam video siaran langsung dari akun Facebook Gerry Marchell Maramis berberdurasi 9 menit, sekian detik itu,memperlihatkan btapa histeris dan marahnya keluarga korban yang menduga bahwa jasad korban telah dibedah dan organ-organ tubuhnya diambil tanpa persetujuan mereka.

Begitu nyaringnya tangisan pilu keluarga korban saat mendapati jasad korban sudah dalam keadaan penuh bekas jahitan lurus memanjang dari ujungpusar sampai ke dada, bahkan di bagian otak besar juga.

Begitu jelas pula terdengar teriakan salah satu keluarga yang meminta untuk pihak RSUP Prof Kandou mengembalikan organ dalam jenazah Jecky Payow.

Kekacauan ini telah mengakibatkan beberapa fasilitas RSUP Prof Kandou, rusak berat dan ringan. Sebut saja kursi-kursi plastik yang dibanting, dan tempat tidur medis serta bebrapa sarana lainnya.

Pada berita yang kami muat sebelumnya, sudah ada klarifikssi secara resmi dari pihak rumah sakit, yang mana tubuh korban benar ada terdapatbanyak bekas operasi dan jahitan, namun hal itu bukan karena pengambilan atau pencurian organ tubuh, melainkan proses outopsi.

Pihak RSUP Prof dr RD Kandou (Direktur Utama) melalui Kepala Sub Bagian Hukum Organisasi dan Hubungan Masyarakat, Meike Dondokambey tak menampik kalau jenazah korban memang sudah di outopsi pihaknya.

“Kami tidak berani bertindak melawan hukum. Outopsi kita jalankan sesuai prosedur yang ada. Polisi meminta kami outopsi korban kemudian kita serahkan ke polisi, demi mempermudah proses penyidikan sesuai protap. Tapi untuk kata pengambilan organ apalagi untuk di perdagangkan, itu tidakbenar dan tak pernah ada kejadian itu disini,” jelas Dondokambey.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*