Benarkah Produk Minyak Kelapa Dalam Jauh Lebih Higienis dan Bermutu Daripada Sawit dan Hibryda?

Spread the love
  • 36
    Shares

Makadada: “Para pemakai Minyak Goreng bisa membedakan Minyak Kelapa Sawit (PALM OIL) dengan Minyak Kelapa Dalam (COCONUT COOKING OIL)”

NASIONAL, IdentitasPrime – Bertahun-tahun nasib petani, pengusaha bahkan pohon kelapa kian mengenaskan. Pasalnya, sepeeti dikatakan Rolland Maringka pemerhati lingkungan Sulawesi Utara bahwa kebesaran nama “Sulut Nyiur Melambai” bakal tinggal kenangan, memang wajib dikritisi.
“Tahun 1980-an sejumlah pabrik kelapa berdiri makmur di Sulut, sehingga semua serba makmur. Tapi sekarang, disaat jumlah manusia meningkat seiring skala kebutuhan dunia akan minyak kelapa, kenapa justeru petani kelapa di Sulut terpuruk,” kata Maringka beberapa waktu lalu kepada media ini.
Himbauan Rolland Maringka agar pemerintah bersikap tegas terhadap nasib “Kelapa Dalam” dengan jalan menolak suplay Bibit Kelapa Hibryda dan Kelapa Sawit, mulai mendapat perhatian para simpatisan.
“Satu hal lagi pemerintah harus tegas yaitu perketat perdagangan dan penebangan Pohon Kelapa,” tandas Maringka.

Terpisah, Joehok Makadada salah satu tokoh pemerhati pemerintah dan masyarakat Sulut/Minut dalam argumennya di facebook menulis bicara nasib Kelapa, mumpung sekarang ada LSM BMI, barangkali bisa meng-inisiasi Pembentukan Wadah seperti PKKDM ( YAYASAN KELAPA MINAHASA/YAYASAN KELAPA MANGUNI), yang bisa mengakses ke Pemprov, masalah WADAH PENYANGGA HARGA KOPRA.
“Sebab kalau hanya harap petani, mereka tidak punya power. Jangan 1000 petani, jeritan 10.000 petani kelapa pun, cuma mo maso kiri keluar kanan. Makanya untuk start, cari 5 sampe 10 orang petani (asli petani, bukan Petani Berdasi), buat Fondasi Wadah, pertambahan anggota (rekrut anggota) harus dengan referensi (jaminan tertulis), anggota terdaftar (untuk menghindari KORUPSI),” ujarnya.
Pertambahan anggota baru (asli petani), lanjut Makadada, harus dengan referensi anggota lama, agar apabila ada penyelewengan dari anggota baru, maka para anggota lama harus bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi.
“Tips untuk menaikkan Citra Minyak Kelapa Dalam, harap para pemakai Minyak Goreng bisa membedakan Minyak Kelapa Sawit (PALM OIL) dengan Minyak Kelapa Dalam (COCONUT COOKING OIL).

Kalau dipasar Minyak Curah (murah meriah) itu adalah Minyak Sawit VETSEL. Kenapa disebut VETSEL, jawabnya, Kapal Tangki datang membawa muatan Minyak Kelapa SAWIT, minyaknya disedot ke tangki untuk dibawa ke pabrik, di paking dalam jerigen atau paking lain yang menarik. Tangki kapal yang sudah kosong, harus dicuci sebelum muat minyak Kopra.Tangkinya disemprot dengan air, kemudian disedot lagi hingga kosong, setelah itu diisi Minyak Kopra untuk berlayar kembali ke Pulau Jawa. Minyak sedotan terakhir yang sudah bercampur air masih dibawah ke pabrik dengan tangki lain, dibiarkan mengendap, akan terjadi pengendapan Minyak diatas air dibawah, kemudian minyak akan disedot dan inilah yang disebut minyak VETSEL,” jelas Joehok Makada.

Lebih jauh dia menjelaskan, banyaknya merk Minyak Kelapa Sawit (Palm Oil), yang didatangkan ke Manado dengan aneka merk yang dipajang di toko-toko dalam label-nya tercantum KOLESTROL NOL.
“Itu betul dan benar, tetapi setelah dipakai masak 2,3,4 kali, kandungan KOLESTROL akan melambung drastis. Beda dengan COCONUT COOKING OIL, 1000 X dipakai masak, Kolestrol TETAP NOL,” tandas Makadada.
Perbedaan kualitas antara Kelapa dalam dan kelapa luar serta kelapa sawit, kian nyata. Selain Kelapa Dalam memiliki banyak keunggulan dibanding kelapa lainnya, Kelapa Dalam juga ternyata memiliki khasiat luar biasa dalam pengobatan.”SAVE KELAPA DALAM”.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*