BERTAHUN-TAHUN JALAN PROVINSI RUAS SUKUR-LIKUPANG RUSAK, MASYARAKAT PERTANYAKAN DANA PEMELIHARAAN JALAN

Spread the love
  • 25
    Shares

Luntungan: “Kalau tidak mampu mundur jo”

MINUT, IdentitasPrime – Nasib ruas jalan Sukur-Likupang Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, bertahun-tahun tak terawat sehingga selain menjadi kian sempit karena rumput yang menjalar, penyempitan jalan juga terjadi gara-gara bahu jalan yang dialiri air hujan, menjadi dalam mirip selokan.

Dengan demikian, bila kendaraan melaju dan keluar dari poros aspal (bahu jalan), otomatis dapat berisiko terjadi kecelakaan lalu-lintas.
Terpantau di beberapa bagian seperti bahu jalan Kelurahan Sukur-Desa Matungkas, tampak tepian jalan sudah tergerus hanyut sehingga menjadi agak terjal dan kian sempit.
Begitu pula di bagian ujung Desa Wasian Kecamatan Dimembe, sampai ke daerah Kecamatan Likupang Selatan, kendaraan roda empat lebih memilih jalan ditengah, daripada menepi keluar jalan, padahal resiko tabrakan sangat tinggi.
Hal seperti ini sudah berlangsung selama kurang lebih tujuh (7) tahun, namun pihak pemerintah terkait terkesan masa bodoh terhadap hal ini.

Di wilayah Kecamatan Likupang Selatan dan Kecamatan Likupang Timur (dari Desa Kaweruan sampai Desa Likupang Satu, karena lubang suda terlalu banyak menganga dan cukup dalam, warga setempat kerap kali berupaya menambal lubang-lubang tersebut dengan coran semen campur pasir dan kerikil.
“Harusnya pemerintah terkait merasa malu dengan hal ini, sudah bertahun-tahun ruas jalan ini tak pernah ada perbaikan, padahal lubang sudah rusak disana-sini. Bahkan, tahun 2011 lalu, sudah ada warga Desa Kijang yang mati gara-gara terperosok lubang di dekat Kantor Camat Likulang,” kata Alimudin warga Kecamatan Likupang Timur.
Hal ini mendapat tanggapan keras dari William Simon Luntungan, pemerhati sosial Kabupaten Minahasa Utara.
Ia mendesak dinas terkait agar menganggarkan pemeliharaan jalan.
“Pemerintah melalui Dinas PU seharusnya rutin mengganggarkan dana pemeliharaan jalan tersebut, mengingat di Minut sudah banyak jalan Nasional dan Jalan Provinsi yang rusak,” ujar mantan aktivis asal Airmadidi itu, Senin (23/7-18).
Menanggapi sikap masa bodoh dari instansi terkait atas nasib ruas jalan Sukur-Likupang ini, William secara spontan mengingatkan para pejabat terkait agar di uji kualitas dan kuantitas.
“Bagaimana sektor pariwisata di Sulut bisa meningkat kalau hal kecil seperti pemeliharaan jalan saja tak mampu diselesaikan, lebeh bae mundur jo,” sembur manyan aktivis yang akrab dengan sapaan Will itu.

Dirinya yakin, di Sulawesi Utara ini masih banyak pejabat yang mampu mencari solusi terkait jalan-jalan daerah yang rusak seperti ruas jalan Sukur-Likupang itu.
“Kami yakin masih banyak pejabat yang mampu melaksanakan tugas sesuai tupoksinya secara profesional. Kenapa harus dipertahankan mereka yang tidak roduktif dalam membangun daerah tercinta ini,” tukas William.
Dirinya juga mempertanyakan dana atau anggaran pemeliharaan ruas jalan Sukur Likupang selama kurun waktu sekitar tujuh (7) tahun terakhir ini.
“Kalau memang tidak di anggarkan, yah sebaiknya untuk APBD berikut, di anggarkan saja. Tapi kalau ternyata anggarannya ada namun tidak di realisasikan, kalau demikian, wajar dong masyarakat bertanya, ada pake kamana deng for apa dang tu doi negara itu,” pungkas Luntungan. (Marthen Sulla)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*