Biadab… Bayi Hasil Hubungan Gelap Tewas Disembunyikan Dalam Jok Sepada Motor

Spread the love
  • 3
    Shares

NASIONAL, IdentitasPrime – Demi menjaga nama baik dari kehancuran, seorang mahasiswa, nekat mengugurkan bayi dalam kandungannya, karena ditengarai, hamil di luar nikah.
Namun sepandai-pandainya tupai melompat, satu kali kelak akan jatuh juga, berbukti. Rencana mahasiswi in8 ternyata tak luput dari kejelian Polres Mojokerto tak bisa dikelabui.
Aparat terkait berhasil mengungkap tindakan aborsi yang di lakukan oleh pasangan muda-mudi mahssiswa itu.
Dari keterangan pres rilis, Selasa (14/08/2018) bahwa kedua tersangaka sudah merencanakan perbuatanya untuk mengugurkan kandungannya, karena takut ketahuan orang tuanya tersangka perempuan.
Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengungkapkan dalam pres rilies, (14/08) bahwa tersangka Cicik Rocmatul Hidayati (21), asal Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto,dan pacarnya Dimas Sabhra Listianto (21) asal Cerme, Kabupaten Geresik, sepakat pergi ke vila di kawasan wisata Pacet pada hari minggu, 12 Agustus 2018  untuk mengugurkan kandunganya.
“Sekira jam 21:00 Wib kedua pasangan ini pergi ke vila di kawasan Pacet,disana tersangaka Cicik disuruh pacarnya Dimas untuk minum obat penggugur kandungan sebanyak 5 butir. Dan keesokan harinya 13 Agustus 2018 sekira jam 10:00 Wib pagi, tersangka Cicik mengalami pendarahan dan lahirlah bayi berjenis kelamin Laki – laki,”katanya.
Lanjut Simarmata dalam pres rilies, bayi lahir tanpa pertolongan bidan, dan bayi tersebut lahir dalam keadaan hidup,tapi karena tersangka Dimas panik,kemudian bayinya di bungkus plastik kresek,kemudian di masukan ke-jok sepeda motor N-Mex milik tersangka, untuk selanjutanya di bawah ke puskesmas Gayaman, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
“Dalam perjalananan 20 menit dari Vila di kawasan Pacet,dan sampai di puskesmas Gayaman bayi tersebut mendapatkan perawatan dari bidan puskesmas dan dirujuk ke Rumah Sakit Gatul, sayangnya dari hasil pemeriksaan Dokter Rumah Sakit bayi tersebut dinyatakan telah meninggal,” tandas Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kini tersangka, beserta barang bukti,di amankan  di Mapolres Mojokerto, dan dikenakan pasal 77 a ayat 1 UU 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, pasal 80 ayat 3 dan 4 UU 35 tahun 2014 tentang kekerasan terhadap anak hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda 1 milyar.(7o)

@. Dikutip dari timeglobalnewsnet  2 hrs ago  Kriminal,MOJOKERTO,

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*