BUKTIKAN KINERJANYA ATAS KASUS PEMECAH OMBAK LIKUPANG, KEJATI SULUT TAHAN RT DAN SHS

Spread the love
  • 22
    Shares

Benarkah Mantan Kapolresta Manado Terseret Dalam Kasus Ini?

MANADO, IdentitasPrime – Setelah sekian waktu berjalan, berkali-kali dikejar dan di demo, akhirnya Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) membuktikan keseriusan dan komitmennya atas penanganan kasus dugaan korupsi Proyek Pemecah Ombak Likupang di Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara, dengan berbandrol Rp 15 miliar.
.
Dikawal aktivis Norris Tirayoh dan Berty Lumempouw Ketua LSM GTI Sulut yang kerap melakukan aksi damai di halaman kantor Kejaksaan Tinggi Sulut, bahkan di Kejagung RI, menuntut penuntasan dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak di Likupang itu, terjawab sudah saat penyidik korupsi Kejati Sulut menetapkan dan menahan dua Tersangka yakni SHS dan RT.
“Menghadapi kasus raksasa yang telah merugikan negara seperti ini, seperti saya katakan diwaktu lalu, kami tak akan pernah berhenti, sebab ini adalah EXTRA ORDINARY CRIME (Kejahatan Luar Biasa),” kata Norris Tirayoh beberapa waktu lalu dalam orasinya di Kejati Sulut.

Perlu diketahui, SHS dalam kasus ini adalah Pejabat Pembuat Komitmen di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Minahasa Utara (BPBD Minut), sedangkan RT saat itu menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD), juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Senin (6/11), Penyidik Kejati Sulut, Lukman Efendy, SH membenarkan bahwa pihaknya sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus besar ini.
“Untuk saat ini, ada dua Tersangka yakni, PPK dan KPA,” tutur Efendy Senin (6/11).

Dia juga membenarkan kalau dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi ini, pihaknya telah memanggil dan memeriksa mantan Kapolresta Manado bwrinisial RM.
ā€¯Namanya (Kombes Rio Permana) sempat terseret dalam pusaran kasus korupsi ini. Yang bersangkutan sudah kami ambil keterangan (periksa), sejauh mana keterlibatannya, kita lihat saja nanti,” tandas Lukman Efendy.

Ditanya apa masih ada Tersangka lainnya, Lukman Efendy enggan berkomentar lebih. Namun menurut dia, segala kemungkinan masih bisa terjadi. “Dari proses penyidikan, masih ada tahap penyelidikan. Jadi tak menutup kemungkinan kalau akan bertambah Tersangka-nya, sekali lagi kita lihat saja nanti,” tutup Efendy ramah.

Setelah ditetapkan sebagai Tersangka, kedua pejabat (SHS dan RT) langsung digelandang ke rumah tahanan Negara kelas II A Manado di Malendeng menanti bertambahnya Tersangka lainnya.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*