Bupati VAP, Dapat Laporan Tanda Tangan Palsu

Spread the love

Kapolres; “Memang sudah ada laporan tapi belum masuk dalam tahap penyidikan”

MINUT, IdentitasPrime – Dana Desa (Dandes) Tahap Pertama sudah hampir selesai dilaksanakan masing-masing Kumtua di desanya. Tapi (untuk Kabupaten Minahasa Utara red-), untuk penyaluran dan pembangunan Dandes ini sebagian dinilai bermasalah dan telah dilaporkan ke Polres Minut.

Untuk itu, Bupati Minut Vonny Anneke Panambunan (VAP) segera megambil langkah tegas dengan jalan memanggil 125 Kumtua se-Minut lewat kegiatan evaluasi penggunaan Dandes Tahap Pertama di aula kantor Bapelitban Minut, Senin (16/10) kemarin.

Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan (VAP) mendengarkan keluhan dan realisasi Dandes dari Kumtua dan melibatkan Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH dan juga Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu.
“Saya sangat berterima kasih kepada Kapolres Minut yang sudah hadir untuk kegiatan ini. Sengaja kami undang Polres Minut karena adanya laporan soal Dandes dan ini juga merupakan tindaklanjuti dari pertemuan sebelumnya yang sudah dilaksanakan bersama dengan Kejari Minut,” ujar Panambunan.

Bupati VAP mendapati adanya laporan dari Inspektorat Minut soal penggunaan tanda tangan palsu di Desa Paniki Baru Kecamatan Talawaan yang kini sudah masuk ranah hukum di Polres Minut.
Untuk itu Bupati meminta agar hal ini jangan sampai terjadi di desa lainnya.
“Para camat saya minta pantau hal ini dan awasi terus meskipun sudah ada perdamaian menurut Inspektorat Minut,”tegas bupati.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Minut AKBP Alfaris Pattiwael SIK MH mengatakan, jika saat ini sudah ada beberapa laporan dugaan penyimpangan dalam penyaluran Dandes yang dilaporkan oleh warga maupun LSM. Semua laporan ini akan ditindaklanjuti pihak Polres Minut.

“Memang sudah ada laporan tapi belum masuk dalam tahap penyidikan. Kumtua juga saya minta jangan takut jika dilaporkan oleh warganya selama laporan itu tidak benar. Artinya Kumtua sudah menjalankan dandes itu sesuai dengan aturan yang berlaku,” tukas Pattiwael.

Terkait masalah adanya tanda tangan palsu, Kapolres mengatakan, meskipun sudah ada kata damai antara pemerintah desa dengan Dinas Sosial dan PMD Minut, namun masalah ini tetap akan diproses.
“Namanya ada tindak pemalsuan, itu sudah masuk pidana dan akan diproses walaupun sudah ada kata damai antara kedua belah pihak,” pungkas Pattiwael aantun.(JO)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*