Cabuli Anak di Bawah Umur, Tim Cobra Polsek Maesa Ringkus Lelaki AW

Spread the love
  • 37
    Shares

BITUNG, IdentitasPrime – Tim Cobra Polsek Maesa meringkus tersangka lelaki AW alias Om Botak berdasarkan laporan LP/128/IV/Sulut/Res.Btg/Sek.Maesa tanggal 22 April 2018 yang dilaporkan telah mencabuli anak dibawah umur dalam keadaan tak berdaya, atas nama NA (15), Selasa (24/04/2018).

Kejadian yang menimpa korban NA atau (sebut saja Bunga red-) pada hari Sabtu, 21 April 2018 sekitar jam 12.00 wita silam, kronologinya begini, saat ia menaiki Angkot yang sehari-hari dikemudikan oleh tersangka lelaki AW alias Om Bota, Bunga untuk pulang ketempat tinggalnya di kelurahan Wangurer Barat.

Sampai dirumahnya, korban hanya mengambil baju preman kemudian korban yang sudah sangat akrab dengan sopir angkot lelaki AW alias Om Bota karena sudah langganan teman-temannya saat pulang sekolah, meminta tersangka mengantarnya ke seputaran Candi dan lanjut kesekolahnya lagi untuk setor muka kepada guru-gurunya.

Tak lama kemudian korban NA yang hendak pulang lagi kerumahnya tiba tiba bertemu lagi dengan sopir mikrolet tersangka yang langsung mengajak Bunga untuk naik dikendaraannya. 

Setelah korban naik lalu diajak berputar putar di Kota Bitung, korban awalnya sudah curiga dengan gerak-gerik tersangka, namun ketika korban nekad minta turun, ia dihalang-halangi oleh tersangka, sampai ke dermaga Perikani Bitung.

Dari pengakuan korban, di Perikani ia sempat diberikan minum bir sampai tak sadarkan diri dan tidak tahu apa yang terjadi berikutnya. Nanti korban sadar pada hari Minggu, 22 April 2018 sekitar jam 08.00 wita, ia sudah dalam keadaan tanpa busana didalam mobil angkot mikrolet.

Korban NA yang masih takut untuk pulang kerumah kemudian pergi ke Perum Meta kerumah temannya, disarankan untuk pulang kerumahnya karena sudah jam 23.00 wita, barulah korban pulang  kerumahnya.

Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting melalui Kasubbag Humas Polres Bitung AKP Idris Musa membenarkan kejadian itu. “Kita telah mengamankan tersangka lelaki AW alias Om Botak dengan sangsi ancaman hukum, melanggar pasal 81 (2) sub pasal 82 IU RI Nomor 23 Th 2014 tentang Perindungan Anak,” tuturnya.

Kepada orang tua dan guru, lanjut dia, diharap agar lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya atau siswanya agar kejadian seperti ini tak terulang.

“Biarlah kejadian seperti ini hanya sampai pada korbannini saja, kasihan masa depan anak,” ajak Kasubbag Humas Polres Bitung AKP Idris Musa. (Noval Uber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*