Cuaca Buruk, Aturan RSUP Prof Kandouw, Dituding Tidak Manusiawi

Spread the love
  • 9
    Shares

PENJAGA PASIEN HARUS TIDUR DILUAR KAMAR

MANADO, IdentitasPrime – Sebagai rumah sakit induk di Provinsi Sulawesi Utara, maka Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandouw merupakan rumah sakit yang paling padat dan paling sibuk dalam pelayanannya.
Kendati demikian, masyarakat terutama para pasien dan penjaganya cukup puas terutama dalam hal keamanan terhadap keselamatan barang-barang milik mereka dari incaran pencuri.
Aturan dan tata tertib yang dibuat pihak manajemen rumah sakit pemerintah ini, diterima dengan lapang dada oleh semua kalangan termasuk aturan jam besuk.
Namun sesuai pepatah yang mengatakan bahwa, tak ada yang kekal di dunia ini, begitu pula dengan aturan yang dibuat oleh RSUP Prof Kandouw yang mulai hangat dibicarakan, sehingga merebak ke seluruh penjuru dan bakal melahirkan reaksi keras dari masyarakat umum.
Akhir-akhir ini, banyak penjaga pasien yang merasa aturan yang dikeluarkan berupa para penjaga pasien harusntidur diluar kamar atau ruangan pasien, tidaklah manusiawi.

“Peraturan apapun demi kedisiplinan dan kemajuan pelayanan publik pasti kami dukung, namun alangkah baiknya kalau mau bikin aturan itu, harus aturan yang lebih manusiawi,” tukas Alda M, warga Kota Bitung yang menjaga keluarganya di eumah sakit, Minggu (18/3).
Menyangkut pelayanan terbaru dari Rumah Sakit Umum Prof Kandouw Malalayang Manado, menurut Alda, bukan dibuat oleh manusia yang berkeprimanusiaan dan tidak memiliki hati nurani.
“Keluarga saya sedang dirawat di rumah sakit dan penjaga dilarang untuk tidur didalam ruangan. Penjaga disuruh tidur diteras luar, padahal cuaca Kota Manado saat ini sedang hujan deras dan disertai angin kencang. Teras hendak dipakai tidur para penjaga pasien, basah oleh air hujan,” apa itu tidak akan berdampak buruk pada para penjaga pasien,” semburnya.

Siapapun yang membuat peraturan itu, harap Alda, bisa bertemu langsung dengannya agar dia dapat mengajukan beberapa pertanyaan dan saran.

“Saya akan bilang begini, sandainya keluarga si pembuat aturan yang menjadi penjaga yang mendampingi pasien, sanggupkah anda tidur diluar atau hanya duduk semalaman tanpa tidur. Atau, mampukah anda menjaga pasien selama 1 minggu dan tidur diluar sementara hujan dan angin tak mampu dibendung oleh atap dan dinding RSUP Prof Kandouw ini,” sembur Alda M geram.

Hal ini juga, lanjutnya, sebaiknya menjadi perhatian khusus bagi Pemprof dan Deprof Sulut, serta Pemkot dan Dekot Manado.

“Saya harap ini juga menjadi perhatian Pemerintah dan DPRD Provinsi Sulawesi Utara dan Walikota serta Dekot Manado atas tindakan tidak manusiawi oleh pihak rumah sakit Malalayang Manado Sulawesi Utara, aturan pdi rumah sakit negara komunis saja, saya yakin tak sekejam itu. Copot orang tak berperi kemanusiaan seperti itu, Terimakasih.” tandas Alda M.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*