Dalam Satu Hari Lubang-lubang di Jalan Soekarno Jungkalkan 2 Pengendara Sepeda Motor

Spread the love
  • 18
    Shares

Walukow: “Ini warning bagi pemerintah, seharusnya pemerintah lebih sensitif”

MINUT, IdentitasPrime – Hari ini Selasa 26 Maret 2019, Jalan Soekarno yang oleh masyarakat Kabuoaten Minahasa Utara dikenal dengan sebutan JALAN NERAKA, kembali memakan korban dua pengendara sepeda motor, berbeda.

Kedua pengendara bernasib nahas itu sesuai informasi terbang dari sepeda motor di titik dan waktu berbeda namun jalan yang sama yaitu Jalan Soekarno, akibat menghindari lubang yang menghiasi jalanan tersebut.

Kedua pengendara sepeda motor yang lagi kritis itu masing-masing adalah Alfian Posumah warga Kelurahan Sarongsong I Kecamatan Airmadidi Minut, dan Jonni Tumakaka (38) warga Perum Bumi Beringin Indah Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Maesa Bitung.
Kalau Alfian celaka karena menghindari lubang jalanan di wilayah Kecamatan Kalawat sekitar pukul 04.20 wita, lain lagi yang dialami Jonni Tumakaka. Lelaki berprofesi sebagai tukang ojek online ini harus terbang keudara meninggalkan sepeda motornya gara-gara roda depan sepeda motornya terperosok di lubang jalan Soekarno, di dekat SMKN I Airmadidi.

Sampai saat ini Alfian Posumah personel Wartawan Forum Jurnalis Biro Minahasa Utara (FORJUBIR MINUT), masih terbaring dalam keadaan sadar namun wajah lebam dan leher bengkak akibat celaka tunggal di jalan Soekarno.
Sedangkan Jonni Tumakaka pengemudi sepeda motor lain asal Kota Bitung, terinformasi mengalami pendarahan dan harus di rujuk ke RSUP Prof Kandouw Malalayang pada pukul 15.35 wita.

Sangat disayangkan, kendati masyarakat mengeluh dengan keberadaan jalan Soekarno yang gelap dan penuh dengan lubang dalam, namun masyarakat tak thau harus mengaduh kemana. Pasalnya, baik pihak Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara maupun Balai Pemeliharaan Jalan Nasional (BPJN) XV, semua berbondong-bondong menolak hak milik jalan itu.

“Ada apa dengan pemerintah, kalau semua saling menolak, lalu apa guna jalan ini dibangun kalau tak ada status kepemilikan,” tukas Alexander Rasuh pengendara mikrolet Tatelu-Airmadidi.

Dilain pihak, status Jalan Soekarno yang diklaim sebagai jalan tanpa pemilik, menurut tanggapan Henry Walukow SE, Penasehat LSM Adat Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut DPD Minut, bukan menjDi suatu alasan.
“Baik bukan milik BPJN XV, bukan milik Provinsi Sulawesi Utata maupun Kabupaten Minahasa Utara, maupun milik salah satunya, pemerintah harusnya lebih sensitif mencari solusi agar kerusakan jalan Soekarno tidak berlarut-larut dan kian parah,” kata Henry yang juga mantan Anggota DPRD Minut itu.
Lanjut dikatakan Henry, Jalan Soekarno adalah jalan sentral yang sampai saat ini sangat dibutuhkan masyarakat Kabupaten Minhasa Utara dan Kota Bitung. Untuk itu pemerintah jangan hanya pinter saling buang tanggungjawab.
“Memang sih kita harus pahami keterbatasan pemerintah dalam hal anggaran. Tapi apa salahnya kalau dipriotitaskan dengan menggelar rapat bersama, agar terjadi kesepakatan penggelontoran anggaran pemeliharaan jalan,” imbau Henry yang dikenal vokal semasa masih politisi itu.

Pemerintah, timpal Henry Walukow, harus jemput bola buksnnyaenunggu bola datang dan ditangkap. “Terjsdi kecelakaan-kecelakaan seperti ini sebetulnya menjadi warning bagi pemerintah, seharusnya pemerintah lebih sensitif, agar masyarakat tak perlu resah saat menggunakan jalan yang dinangun pemerintah dari hasil pajak rakyat,” tandas Henry Walukow yang terinformasi maju kembali ke ajang Pilcaleg Dewan Provinsi Sulut itu. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*