Danrem 131/Santiago Jadi Narsum Bersama MPR RI Kepada Eksekutif, Legislatif dan Yodikatif di Acara Focus Group Discussion

Spread the love
  • 21
    Shares

MANADO, IdentitasPrime – Ketua Tim pengkajian MPR RI Dr Ir H M Jafar Hafsah IPM dari Lembaga Pengkaji MPR RI memimpin kegiatan Focus Group Discussion dengan tema ” Pertahanan dan Keamanan Serta Wilayah Negara “.
Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerja sama dengan Universitas Samratulangi di Hotel Arya Duta lantai 5 Kelurahan Wenang Selatan , Kecamatan Wenang Kota Manado, diikuti sekitar 50 orang peserta diskusi dan tamu undangan pada Sabtu 23 Maret 2019.
Turut hadir dalam acara tersebut :
1. Dr. Pataniari Siahaan, ST, MH, (Anggota lembaga Pengkajian MPR RI)
2. Theo L Sambuaga , (Anggota lembaga Pengkajian MPR RI).
3. Dr. Herman Kadir , SH.M,Hum, (Anggota Pengkajian MPR RI) .
4. Dr. H Wahidin Ismail ,( Anggota Pengkajian MPR RI)
5. Ishak Latuconsina , (Anggota Lembaga MPR RI) .
6. Brigjen TNI Robert Giri, SIP, MSi, (Danrem 131/Stg)
7. AKBP Pol Iwan Parmadi, Kepala Sub Dit Cyber ,( Mewakili Direskrim Sus Polda Sulut)
8. Fery Daud Liando, (Dosen Fisip Unsrat).
9. Kol Arm Soegeng Riyadi (Kasiintel Rem)
10. Kol inf Brantas
11. Kol. CZI Andi Kusuma.

Acara diawali pada pukul 09.40 wita berupa kata-kata sambutan yang dibawakan oleh Dr. Ir. H. M.Jafar Hafsah, IPM, Pimpinan Lembaga Pengkaji MPR RI.

Secara umum maksud dan tujuan kegiatan FGD antara lain adalah untuk
menyediakan wadah tukar pikiran antara Anggota Lembaga Pengkajian MPR RI dengan para Akademisi, Aparat TNI/Polri di daerah, dalam rangka merumuskan gagasan tentang permasalahan pertahanan dan keamanan wilayah negara.
“Kita juga menganalisis dan mencari solusi terhadap masalah-masalah yang timbul dalam menjaga keutuhan wilayah Republik Indonesia dengan karakter kepulauan yang bercirikan Nusantara, khususnya di wilayah perbatasan dan merumuskan konsep yang komprehensif mengenai antisipasi dan syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam Bela Negara serta Pertahanan dan Keamanan negara,” katanya.

Acara ini juga bertujuan menganalisis dan mengevaluasi pelaksanaan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang menempatkan TNI dan Polri sebagai kekuatan utama serta rakyat sebagai kekuatan pendukung juga mengevaluasi implementasi pemisahan TNI dan Polri sebagai pelaksanaan konsep pertahanan dan konsep keamanan yang terpadu;
“Selain itu juga acaara ini adalah tahap evaluasi pelaksanaan hubungan kewenangan antara TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya dan relasi dengan lembaga-Iembaga negara yang lain eksekutif, legislatif, yudikatif Sedangkan secara khusus, FGD di Universitas Sam Ratulangi, Provinsi Sulawesi Utara diharapkan ada stressing issues sebagai berikut
Ancaman Terorisme dari Negara Fhilipina yang berbatasan langsung
Wilayah Laut Negara Indonesia Penyelundupan/Illegal Fishing/Kekayaan Laut; Potensi Cyber War/Trans-National Crimes;
Keterpaduan TNI dan Polri dalam upaya pertahanan dan keamanan negara maupun penyeludupan serta Perdagangan senjata ilegal,” tandas Dr. Ir. H. M.Jafar Hafsah, IPM dslam penjelasannya.

Dalam moment ini juga Danrem 131 / Santiago, Brigjen TNI Robert Giri, SIP, MSi, bertindak sebagai narasumber.
Dalam penyampaiannya Danrem menguraikan tentang upaya mewujudkan pertahanan negara di wilayah perbatasan Sulawesi Utara, perlu adanya pengawasan terhadap daerah perbatasan dimana terdapat ancaman infiltrasi para teroris yang menyamar dan juga adanya sel-sel tidur yang dapat mengancam daerah Sulut karena berbatasan langsung dengan negara Philipina.
“Keterbatasan sarana prasarana terkendala dengan alat transportasi air distribusi logistik, serta kondisi Pos pengamanan pulau terluar kurang memadai, kegiatan fisik pihak aparat keamanan didaerah perbatasan memberikan materi wawasan kebangsaan, bela negara, kerukunan antar umat beragama adanya bahaya terorisme, bahaya narkoba,” beber Danrem seraya menambahkan perlu adanya dukungan kapasitas personil, perlunya dukungan perbaikan pos pam, perlunya pembangunan fisik dan non fisik secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu pula AKBP Pol Iwan Parmadi, Kepala Sub Dit Cyber, mewakili Direskrim Sus Polda Sulut menyampaikan tentang materi yang intinya :

– Kesiapan Indonesia dalam menghadapi perang Cyber , dimana kondisi cyber Indonesia sangat genting terhadap pelaku kejahatan cyber yang disalahgunakan .
Ancaman cyber akan melakukan memantau secara intensif sasarannya memanfaatkan jaringan komputer yang dimasuki pelakutanpa diketahui sasarannya.
Ancaman teroris yang terencana yang bertujuan mengganggu keamanan sosial ,politik , dan ekonomiyang berdampak buruk besar pada rakyat sipil suatu negara sasaran melalui kekuatan misalnya seperti menyerang website resmi pemerintah.

Pukul 11.05 wita sambutan dan arahan oleh Dr Fery Liando , Dosen Fakultas Fisip Unsrat Manado, mengenai Konflik Pemilu bisa menjadi ancaman keamanan dimana sdh ada beberapa negara bisa hancur oleh karena adanya Pemilu dimana adanya peyelenggara yaitu KPU yg tidak adil dan netral. serta lemahnya penegakan hukum.
“Institusi militer dan agama yang menjadi kekuatan utuhnya suatu bangsa yang bisa maju berkembang dan terhindar dari ancaman, apabila kedua institusi ini goyah bisa menyebabkan adanya ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan sosial Politik dan ekonomi bangsa,” jelasnya.

Pukul 11.28 wita acara dilanjutkan sesi pembahasan materi Pertahanan dan Keamanan Serta Wilayah Negara, dilanjutkan dengan Isoma. Pukul 13.00 wita kegiatan kembali dilanjutkan kembali dengan sesi pembahasan dan tanggapan oleh para anggota lembaga perwakilan MPR RI, sampai pukul 15.30 wita seluruh rangkaian kegiatan acara selesai dengan tertib dan aman.(Meikel)

@. Creat by Penrem 131/Stgo

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*