Dapat Dana BOS, SMP Kr Getsemani Diduga Masih Juga Jual Buku Kepada Siswa Kelas III

Spread the love
  • 32
    Shares

TIDAK BAYAR UANG BUKU DAN PENGAYAAN, TIDAK TERIMA SKHU

MANADO, IdentitasPrime – Para siswa-siswi telah lulus SD, SMP, SMA, dilanda kebahagiaan setelah usai memalui mada Ujian Akhir Nasional (Uanas).
Usai liburan panjang, para pelajar sudah siap untuk mendaftarkan diri di sekolah tingkat lanjut dengan penuh sukacita dan penuh harapan.
Akan tetapi, ternyata tidak semua lulusan SD, SMP-, SMA sederajat merasa bahagia karena sudah lulus.

Ada siswa/i SMP Kristen Getsemani Manado, yang bersedih padahal mereka sudah lulus dengan nilai memuaskan.
Kesedihan beberapa siswa/i tersebut terkuak ketika salah seorang orangtua murid mengeluh, yang mana setiap siswa yang telah mengikuti Ujian Akhir harus membayar biaya pengganti Surat Keterangan Hasil Ujian.
“Semua lulusan wajib membayar Rp.500.000 yaitu uang Pengayaan dan uang beli buku,” keluh Pak Yance (nama samaran red-), Rabu (4/7/2018).

Uang buku dan uang pengayaan, lanjut Pak Yance, harus dibayar sebab itu sudah disepakati semua ijak terkait,” Harus bayar uang Pengayaan 350.000 dan uang buku 150.000. Kalau tidak membayar, maka Surat Tanda Kelulusan mereka tidak bisa di ambil,” pungkas orangtua murid yang bekerja sebagai Tukang itu.
Kamis (5/07), beberapa wartawan menyambangi SMP Kr Getsemani Manado, dengan maksud meminta klarifikasi mengenai pengakuan para siswa/i.

Pasalnya, Kepala Sekolah saat dihubungi via ponsel, enggan menerima kendati nomor ponsel itu aktif.
Di area sekolah, ada dua orang siswi sedang bermain, saat ditanya kenapa sudah lulus tapi ada disekolah sementara yang lain sibuk mendaftar di SMA, satu persatu mereka menjawab dengan polos bahwa mereka belum punya SKHU.
“Makanya sekarang saya tunggu mama mo datang bayar noh supaya somo mendaftar di SMA,” kata salah satu dari keduanya.

Mendadak dari dalam sebuah ruangan, keluar seorang wanita, mendapati para wartawan, sembari menanyakan, wartawan dari mana.
Ditanya kebenaran uang setoran 500.000 itu, diapun tidak menampiknya. “Iya betul, uang yang di minta dari pihak sekolah itu sudah disepakati bersama, dan ada tanda tangan dari masing-masing Orang Tua,” tegasnya.
Menurut wanita yang juga mengaku sebagai wakil kepala sekolah itu, walau sudah disepakati, namun uang itu bukan WAJIB. “Kami tidak menahan SKHU agar para siswa-siswi harus membayarnya dulu. Bayaran itu adalah bayaran uang buku dan bagi yang tidak mampu, tetap kami berikan SKHU nya,” jelas Wakil Kepsek SMP Kr Getsemani Manado itu.(bersambung…). (7o)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*