Demi Adipura Dan Minsel Gemilang, Moninimbar Imbau Bupati CEP Evaluasi Kualutas ASN Dalam Jabatan

Spread the love

MINSEL, IdentitasPrime – Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya Amurang dan sekitar diikutsertakan dalam lomba Adipura tahun 2018.
Namun sayangnya, Amurang yang adalah ibukota Kabupaten Minsel terlihat ‘kotor’ serta dibiarkan. Dimana-mana, terlihat sampah bertebaran. Lantas, siapa yang salah dengan rencana diatas?

Melihat hal diatas, para pejuang Minsel pun angkat suara. Sebut saja Willem Baba Mononimbar, Ecky Rumokoy, Tommy Tumuju dan Roy Ticoalu saat dijumap wartawan di Kios Topas, Senin (28/9).
Mereka juga membahas, bagaimana agar Kantor Bupati Minsel terlihat elok dimata masyarakat.
Pasalnya, jangankan sampah juga bertebaran di belakang kantor. Tapi yang paling parah adalah Toilet, semuanya rusak dan bau busuk. “Untuk lomba Adipura 2018, sebagai warga Minsel khususnya Amurang sangat merespon. Namun, apakah Amurang dan sekitarnya telah siap luar dalam. Masalahnya sejak awal 2017 Dinas Lingkungan Hidup Minsel, Dinas PUPR Minsel dan sejumlah stakeholder sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Begitupula, gencarnya orang nomor satu di Minsel, bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE mendorong kepada warga Minsel dan Amurang secara khusus untuk menopangnya,’’ujar Mononimbar.

Dirinya juga menyentil, bahwa kinerja Perangkat Daerah (PD) Dinas Lingkungan Hidup Minsel dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Minsel dipertanyakan.
“Atas nama pejuang Minsel, kita mempertanyakan kinerja kedua PD terkait. Kalau benar-benar Amurang-Minsel diikutsertakan dalam lomba Adipura tahun 2018 semua titik harus terlihat bersih. Rata-rata warga Amurang dan sekitarnya belum sadar dengan lingkungan. Apabila kesadaran warga tampak, jelas tak ada sampah dibuang sembarangan,’’ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Mononimbar yang adalah mantan birokrat era Minahasa tersebut mengatakan, bahwa Bupati Tetty Paruntu jangan diam dengan pejabat yang hanya suka cari muka. Atau pejabat yang buat program tapi tak didukung masyarakat.

‘’Dengar-dengar dalam dekat ini, bupati CEP akan menggelar mutasi pejabat eselon II, III, IV dan kepala SD serta UPT. Maka dari itu, bagi pejuang Minsel berharap jangan ditahan pejabat yang kinerjanya ‘kurang’ mampu atau hanya symbol dengan program-program tidak nyata,’’ timpal Mononimbar.

Senada dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Selatan, Franky Jirro Lelengboto, ST kelihatannya Amurang dan sekitarnya mulai dibenahi. ‘’Tapi rupanya stengah hati. Maka kesimpulannya, pejabat di Minsel hanya asal ibu senang (AIS). Olehnya, baginya mendukung agar bupati Tetty Paruntu segera mengevaluasi pejabat yang suka AIS,’’ungkap Lelengboto.

Lelengboto juga menjelaskan, kalau bupati CEP tanya kenapa hanya stengah-stengah. Jawabannya, paling gampang lantaran dana tidak cukup. Dengan harapan, bila program diatas benar-benar jalan. Maka, anggaran harus ditata di APBD Induk.(Meyvo Rumengan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*