Di Kelola Boneka, Tambang Emas Ilegal Potolo Diduga Dibeking Jenderal !!

Spread the love

Manado – Identitasprime.com Aktifitas tambang emas ilegal di bukit potolo dan jalur tujuh di desa tanoyan selatan kecamatan lolayan kembali marak, padahal sebelumnya tambang emas ilegal yang di kelola para cukong cukong 9 naga itu sudah di hentikan oleh kapolda sulut yang kala itu di jabat oleh Irjen Pol Royke Lumowa.

Entah kenapa aktifitas tambang ilegal di bukit potolo ini kembali marak saat irjen Pol Royke Lumowa sudah tak lagi menjabat kapolda karena di ganti oleh Irjen Pol Putra panca Panjaitan. Apakah lokasi tambang emas ilegal itu telah berizin ? Sejauh ini kami belum mendapatkan dokumen resmi bahwa lokasi potolo itu telah berizin.

Lantas kenapa aktifitas tambang emas ilegal berskala besar di bukit potolo itu berlangsung dengan aman dan tentram seakan tidak ada rasa takutnya sama sekali terhadap aparat penegak hukum ?

Aksi tambang emas ilegal yang bebas beraktifitas dengan menggunakan 3 buah eksavator dan beberapa dum truck ini tentunya memantik kecurigaan publik dan masyarakat bahwa mereka di bekingi oleh para petinggi yang ada di sulawesi utara. Kapolres kotamobagu Akbp Prasetya sejati selaku penanggungjawab wilayah hukum saja tidak bisa berbuat apa apa dan hanya mampu menutup mata dan tutup telinga atas cercaan publik bahwa kapolres ikut bersekongkol dengan para cukong cukong pelaku peti potolo itu.

Mengapa Kapolda yang lama Irjen Pol Royke Lumowa Mampu membuat para cukong cukong peti potolo tak berkutik sementara kapolda yang baru Irjen Pol Putra Panca Simanjuntak mereka sangat leluasa melakukan aktifitas ilegal meaning ini ? ini tentunya menjadi sebuah misteri, apa sebenarnya yang menjadi kekuatan para cukong cukong pelaku PETI sehingga institusi penegak hukum dalam hal ini polda sulut menjadi mandul.

Aktifitas tambang emas ilegal di bukit potolo ini tidak bisa di biarkan sebab akan berdampak besar terhadap masyarakat daerah lingkar tambang. Sejumlah desa yang ada di lingkar tambang tersebut akan terancam banjir lumpur ketika turun hujan lebat. ” saat ini kami minta aparat pengak hukum untuk menghentikan aktifitas tambang ilegal potolo karena di musim penghujan seperti ini bisa bisa desa kami akan di terjang banjir lumpur seperti yang terjadi di desa bakan ” ungkap Budi warga Tanoyan

Sudah ada contoh di desa bakan saat ini pemukiman warga di landa banjir lumpur itu semua akibat pembiaran oleh aparat atas aktifitas tambang emas yang di lakukan oleh Iwan ce dan Ko tole dkk beberapa waktu lalu. Oleh karena itu kami sebagai warga desa tanoyan selatan meminta pihak aparat penegak hukum harus bertindak tegas menghentikan aktifitas tambang ilegal di bukit potolo dan di lokasi jalur 7. Imbuh budi.

Terpisah, Tokoh Pemuda kecamatan lolayan Bolmong Nujul Mokodompit  juga angkat bicara, ia Meminta Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK untuk menghentikan aktivitas alat berat excavator yang diduga milik Oknum Jenderal Mamahit dilokasi pertambangan emas tanpa ijin ( PETI ) potolo ( Bolmong). Jangan pilih kasih dong pak kapolres.

Dikatakan oleh Nujul, penggarukan matrial batu yang mengandung emas di perbukitan tersebut sudah sangat meresahkan dan membahayakan.

Terlebih, para penambang lokal yang notabene warga kecamatan lolayan di gusur paksa untuk tidak lagi melakukan aktivitas manual dilokasi yang di maksud karena kata mereka lokasi itu sudah menjadi areal pertambangan milik dari oknum “Jenderal Mamahit”

” Pak Kapolres harus menghentikan aktivitas alat berat di lokasi potolo, karena bakal terjadi gesekan antara penambang lokal dan oknum pekerja Mamahit yang menggunakan alat berat excavator, ditambah lagi mereka sudah merusak lokasi yang sudah diduduki oleh penambang lokal,” tegas Nujul Mokodompit pada awak media, Sabtu (16/01/21).

Lebih lanjut Nujul mengatakan Dugaan kuat oknum Mamahit ini sengaja memperalat oknum anggota TNI dan Oknum anggota polisi untuk memaksa penambang lokal agar tidak melakukan aktivitas pertambangam dilokasi yang sama.
” Ada kejanggalan.disini alat berat yang beroperasi dilokasi PETI ini, di kawal oleh oknum anggota baik Itu Oknum anggota TNI maupun oknum anggota polisi,” Beber Nujul mokodompit.

Terkait ini Nujul berharap Kapolres Kota Kotamobagu dapat menindak dan menghentikan kegiatan oknum tersebut, hal ini penting untuk menimalisir jangan sampai terjadi bentrokan antara penambang lokal dan pelaku PETI yang menggunakan alat berat disana,”tegas Nujul Sembari berharap untuk penambang lokal dapat menahan diri serta mampu mengontrol diri masing masing,”tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*