Didesak Warga 3 Desa, Stendy Pertanyakan 25 Miliar Dana Hibah Proyek Jembatan Kuwil

Spread the love
  • 270
    Shares

Diduga Panitia Lelang Terlibat Kasus Pemecah Ombak Likupang

MINUT, IdentitasPrime – Warga Desa Kuwil, Keleosan (Kecamatan Kalawat) bahkan Desa Sampiri Kecamatan Airmadidi, kehabisan batas sabar.
Akhir-akhir ini mereka gencar mengeluhkan dan mempertanyakan kapan sebenarnya pembangunan jembatan Kuwil dibangun.
“Padahal sudah beberapa tahun realisasi dana hibah pemerintah pusat lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan banderol Rp 25 M sangat dinanti, ada apa sebetulnyandibalik semua ini, kenapa kami seolah di anak tirikan, jalan sudah rusak berat gara-gara proyek Waduk, jembatan juga tak kunjung diperbaiki,” keluh Pak Andreas warga Desa Kaleosan.
Sayangnya apa yang diharapkan warga tentang pembangunan jembatan Kuwil ini, masih jauh dari perwujudan, mengingat sampai saat ini belum ada tanda- tanda pembangunan.
Jemmy Karongkong, tokoh masyarakat Desa Kuwil merasa ada yang tidak beres dan patut dipertanyakan terkait ketidakjelasan realisasi jembatan itu.

“Ada kecurigaan jangan-jangan ada udang di balik batu. Ingat peristiwa proyek bencana alam pemecah ombak di Likupang. Semoga disini jauh dari kejadian yang sama,” sembur Karongkong, kesal.
Kenapa hingga sekarang belum juga ada kegiatan pembangunan, lanjut Karongkong, itulah yang dianggapnya belum jelas.
“Warga sudah sangat lama menunggu pembangunan ini. Bayangkan, sejak bencana pada tahun 2014 lalu, sampai detik ini belum ada perubahan, apa kami harus terus di iming-imingo belaka tanpa ada realisasi,” timpal dia.
Karongkong yang juga sekretaris pekerja sosial masyarakat Sulawesi Utara sangat menyayangkan kalau hal yang sama terjadi pada proyek jembatan Kuwil.
“Tentu sangat disayangkan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada pekerjaan proyek ini, karena jembatan ini sangat membantu untuk kelancaran aktifitas masyarakat Kuwil, Kaleosan, bankan Desa sampiri,” tandas Karongkong.
Terkait petanyaan warga desa Kuwil ini, pihak Pemkab Minahasa Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menerangkan, proses pembangunan jembatan Kuwil ada di tahapan tender. Menurut Kepala BPBD Minut Forsman Dandel melalui Sekretaris Petrus Makarau, adapun tender dilakukan untuk perencanaan, pembangunan dan pengawasan.
Hanya saja, lanjut Makarau, proses tender ini terhadang dikarenakan salah satu panitia tender sedang berhalangan.
“Iya untuk tender sedikit terkendala. Karena panitia lelang ada yang akan diganti,” jelas dia.
Ditelusuri wartawan, salah satu panitia lelang proyek, SS atau Stev ternyata sedang diperhadapkan persoalan hukum.
Meski begitu, pihak BPBD melalui Makarau mengatakan, proyek jembatan Kuwil bakal dilaksanakan tahun ini, padahal beberapa hari lagi sudah memasuki Bulan Desember.

Keluh-kesah warga tiga (3) desa itu sebenarnya sudah pernah di giring lewat pemandangan fraksi Partai Demokrat lewat rapat Paripurna, dan dan sudah ada jawaban langsung oleh bupati Minut, bahwa akan di alokasikan untuk jembatan Kuwil, sebesar 25 M. “Nah sekarang kami mau menanyakan ke BPBD Minut, sudah sejauh mana proses tender ataupun progress rencana penyerapan anggaran 25M itu. Dana ynag ada, jika di endapkan di Bank, apa tidak termasuk dalam resiko berdampak hukum,” tanya Stendy singkat dan padat.(Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*